BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

MENDAG : SEPULUH PRODUK UMKM PANGAN TEMBUS JARINGAN RITEL AEON INDONESIA

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

10 September 2026

25235991

IQPlus, (10/9) - Sepuluh produk pangan dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Kementerian Perdagangan siap menembus jaringan ritel AEON Indonesia. Produk-produk terpilih ini akan masuk ke 19 gerai ritel AEON Indonesia yang terdiri atas pusat perbelanjaan AEON Mall dan jaringan pasar swalayan (supermarket)-nya di seluruh Indonesia. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengapresiasi keberhasilan menembus jaringan AEON sebagai bukti bahwa UMKM berdaya saing mampu memenuhi standar ritel modern.

Dalam siaran pers Kemendag (10/9) Mendag Busan menyampaikan hal itu setelah menghadiri "Launching Akses Pasar UMKM Pangan Kemasan ke AEON Indonesia" di AEON Mall BSD City, Kabupaten Tangerang, pada Rabu, (9/9).

"Kemendag bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), melalui AEON Indonesia, memberi akses kepada UMKM untuk memasarkan produk di jaringan ritel AEON Indonesia. Sinergi Kemendag dengan ritel modern menjadi upaya menjawab tantangan pembukaan pasar yang lebih luas bagi UMKM kita yang berkualitas," ujar Mendag Busan.

Masuknya kesepuluh UMKM pangan ini ke jaringan AEON Indonesia ditandai dengan penandatanganan dua kerja sama. Pertama, nota kesepahaman (MoU) kerja sama strategis yang ditandatangani Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan dan Presiden Direktur PT AEON Indonesia Miyata Masato. Kedua, kontrak dagang antara 10 UMKM pangan dan AEON Indonesia.

Kesepuluh produk UMKM pangan yang masuk jaringan ritel AEON, yakni keripik jamur tiram, keripik tempe, bawang goreng premium, peyek, rendang kemasan, granola, brownies panggang, stik keju (cheese stick), kentang mustofa oven, dan kraker vegan panggang. Kesepuluh produk ini merupakan hasil kurasi ketat terhadap 121 UMKM unggulan binaan Kemendag yang menjadi pemenang UKM Pangan Award dan peserta pameran Pangan Nusa Expo.

"Kesepuluh UMKM yang masuk ke jaringan AEON Indonesia telah dikurasi ketat dari segi standar produk, legalitas, hingga konsistensi pasokan. Kami terus mendorong UMKM untuk berinovasi menghasilkan produk berkualitas sehingga mampu memenangkan pasar di dalam dan luar negeri," ujar Mendag Busan.

Masuknya 10 UMKM pangan ke jaringan AEON Indonesia dapat menjadi percontohan bagi penjajakan kemitraan UMKM dengan jaringan ritel AEON Indonesia. Mendag Busan mengungkapkan, terdapat upaya penjajakan UMKM yang disinergikan Kemendag dan AEON Indonesia melalui undangan terbuka (open call) kurasi pada 26 Agustus-1 September 2026. Lebih dari 1.200 UMKM sektor makanan, minuman, kecantikan, dan kesehatan mendaftar sebagai calon pemasok jaringan ritel AEON. (end)