LUNCURKAN ORIS RP300 MILIAR, SMI TAWARKAN KUPON BUNGA HINGGA 6,05%
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
10 March 2026
06829867
IQPlus, (10/3) - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) ("PT SMI") sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia resmi meluncurkan Obligasi Ritel Infrastruktur PT SMI (ORIS). Instrumen ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I PT SMI Tahap II Tahun 2026 dengan target indikasi penerbitan hingga Rp300 miliar. Acara peluncuran yang digelar pada Senin, 9 Maret 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta, dihadiri oleh Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI, Aradita Priyanti, Direktur Manajemen Risiko PT SMI, Pradana Murti, serta perwakilan dari Joint Lead Underwriter.
Peluncuran ORIS mempertegas peran PT SMI sebagai Development Finance Institution (DFI) yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Sejak didirikan pada 2009, PT SMI telah menjadi agen pembangunan berkelanjutan nasional dengan mengakselerasi pembangunan di sektor infrastruktur strategis seperti transportasi, energi terbarukan, kesehatan, hingga penyediaan air minum, yang diwujudkan melalui skema pembiayaan inovatif serta mobilisasi pendanaan dari berbagai sumber.
Sebagai instrumen strategis negara, PT SMI berfungsi sebagai fiscal tool untuk memastikan keberlanjutan pembangunan infrastruktur dengan tetap menjaga stabilitas ekonomi nasional. Mandat ini ditekankan kembali pada momentum HUT ke-17 PT SMI pada 26 Februari 2026 lalu, di mana Perseroan diarahkan untuk senantiasa memiliki kerangka dampak yang nyata. Fokus PT SMI bukan sekadar pada penyelesaian proyek fisik semata, melainkan pada nilai tambah yang dihasilkan bagi masyarakat. PT SMI telah aktif menerbitkan obligasi sejak tahun 2014, dimana partisipasi investor institusional masih sangat dominan dibandingkan dengan partisipasi investor individual. Dalam konteks inilah ORIS hadir untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi investor individu untuk turut berkontribusi langsung pada pembiayaan proyek-proyek yang berdampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, berharap inisiatif dari PT SMI melalui instrumen investasi ORIS ini dapat menjadi langkah strategis yang berdampak positif terhadap perluasan basis investor domestik.
"ORIS merupakan manifestasi dari transformasi PT SMI sebagai DFI yang inklusif, di mana kami memperluas akses bagi seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat langsung dalam pembangunan nasional. Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor aktif dalam ekosistem pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Dengan demikian penerbitan ORIS dapat memperdalam peran pasar keuangan nasional dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan," ujar Reynaldi.
Seluruh dana yang dihimpun melalui ORIS akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang memiliki dampak positif terhadap sosial dan lingkungan, sesuai dengan Sustainable Funding Framework PT SMI. Proyek-proyek tersebut mencakup sektor hijau seperti energi terbarukan dan transportasi ramah lingkungan, serta sektor "sosial" seperti fasilitas kesehatan, pendidikan, dan penyediaan air bersih. Kerangka pendanaan ini menjamin prinsip keberlanjutan, akuntabilitas, dan transparansi. ORIS juga didukung oleh peringkat nasional idAAA dari Pefindo, yang menegaskan kredibilitas dan akuntabilitas instrumen ini dalam ekosistem pasar modal.
Direktur Manajemen Risiko PT SMI, Pradana Murti, menegaskan bahwa penerbitan ORIS tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang kuat sebagai fondasi utama Perseroan. "Sebagai DFI, setiap instrumen yang kami terbitkan dirancang dengan kerangka manajemen risiko yang komprehensif. Dana yang dihimpun melalui ORIS akan dialokasikan pada proyek-proyek yang telah melalui proses penilaian risiko yang ketat, baik dari aspek kelayakan finansial, dampak sosial-lingkungan, maupun keberlanjutan jangka panjangnya. Kami ingin memastikan bahwa investor ritel yang berpartisipasi melalui ORIS tidak hanya memperoleh instrumen dengan profil risiko yang terukur, tetapi juga keyakinan bahwa investasi mereka dikelola secara akuntabel dan memberikan dampak nyata," kata Pradana.
Direktur Operasional & Keuangan PT SMI, Aradita Priyanti, menambahkan bahwa melalui ORIS, masyarakat tidak hanya berinvestasi untuk dirinya sendiri, tetapi juga ikut berkontribusi pada pembangunan nasional mulai dari akses layanan dasar, konektivitas wilayah, hingga kualitas lingkungan yang lebih baik.
"Tentunya akan ada kebanggaan tersendiri ketika kita mengetahui bahwa investasi kita turut mendukung pembangunan yang berdampak nyata bagi bangsa. Kami ingin menghadirkan instrumen yang bukan hanya rasional secara finansial, tetapi juga bermakna secara sosial. Ketika masyarakat berpartisipasi melalui ORIS, di situlah tumbuh rasa memiliki terhadap pembangunan yang diharapkan dapat memperkuat literasi dan kedewasaan investasi nasional," ungkap Aradita.
Sebagai bagian dari proses penawaran umum, PT SMI bersama Join Lead Underwriter yang telah ditunjuk yaitu PT BRI Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. akan melakukan rangkaian sosialisasi dan roadshow ORIS di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan. Roadshow bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada calon investor.
Direktur PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia menjelaskan bahwa ORIS menawarkan tenor 1 dan 3 tahun dengan kupon sebesar 5,60% dan 6,05% per tahun. "Nilai minimum pemesanan ORIS adalah sebesar Rp5 juta dan berlaku kelipatan Rp1 juta untuk setiap tambahan nilai pemesanan."
Melalui ORIS, PT SMI membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam pembangunan nasional melalui pembiayaan pembangunan berkelanjutan. Selain memperdalam pasar keuangan domestik, ORIS diharapkan dapat menciptakan ekosistem investasi yang lebih inklusif, serta memperkokoh struktur pendanaan jangka panjang yang memiliki dampak nyata pada pertumbuhan ekonomi nasional. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
