BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    LUHUT PASTIKAN PASOKAN ENERGI NASIONAL MENCUKUPI

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    11 March 2026

    06947096

    IQPlus, (11/3) - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memastikan kondisi pasokan energi nasional, khususnya bahan bakar minyak (BBM) dan LPG tetap pada tingkat yang mencukupi dan terkendali di tengah dinamika geopolitik global.

    Sistem pasokan energi nasional saat ini masih stabil dan berbagai langkah antisipatif telah dijalankan guna memastikan distribusi energi kepada masyarakat tetap terjaga.

    "Secara umum kondisi pasokan BBM nasional masih mencukupi dan tidak ada isu krisis bahan bakar kendaraan. Cadangan kita berada pada level yang cukup untuk menjaga stabilitas pasokan," ujar Luhut usai menerima penjelasan langsung dari Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis PT Pertamina Patra Niaga dan Direktur Operasi Kilang PT Pertamina Patra Niaga di Jakarta, Rabu.

    Berdasarkan paparan PT Pertamina Patra Niaga, cadangan BBM nasional saat ini berada pada level yang mencukupi.

    Sehingga dapat dipastikan pasokan bahan bakar kendaraan masih dalam kondisi stabil.

    Sementara itu, cadangan LPG nasional saat ini juga tergolong mencukupi.

    Meski menghadapi tekanan dari dinamika geopolitik global yang berpotensi mempengaruhi rantai pasok energi, Pertamina sudah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk memastikan pasokan tetap terjaga.

    Langkah-langkah tersebut antara lain optimalisasi produksi kilang, termasuk pengalihan sebagian produksi dari propylene menjadi LPG, peningkatan produksi Pertalite dari kilang domestik, serta renegosiasi dan penguatan koordinasi dengan pemasok internasional.

    Selain itu, koordinasi juga dilakukan antara PGN dan Pertamina Patra Niaga untuk memaksimalkan penggunaan CNG bagi sektor industri yang memungkinkan beralih dari LPG, sehingga distribusi LPG dapat lebih difokuskan untuk kebutuhan rumah tangga.

    "Pemerintah melalui Pertamina sudah menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang konkret. Mulai dari optimalisasi produksi kilang, penyesuaian produksi energi, hingga koordinasi dengan pemasok global," jelas Luhut.

    "Ini menunjukkan bahwa sistem energi kita cukup tangguh dalam menghadapi dinamika global," tambahnya. (end/ant)