LABA BERSIH DEWA NAIK 35% MENJADI Rp92,7 MILIAR DI Q1 2026
Share via
Terbit Pada
30 April 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 27-04-2026, 04:20:pm
11928426
IQPlus, (30/4) - PT Darma Henwa Tbk. (DEWA), perusahaan jasa pertambangan terintegrasi, merilis Laporan Keuangan Konsolidasi yang belum diaudit untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2026. Perseoran kembali menunjukkan transformasi bisnis yang semakin solid dengan membukukan laba bersih sebesar Rp92,7 miliar di 1Q26, naik 34,6% YoY.
Perseroan mencatat pendapatan di Rp1.549,3 miliar, relatif stabil dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, walaupun ada dekonsolidasi anak usaha PT Dire Pratama di akhir tahun 2025. Didukung dengan kenaikan volume waste removal dengan penambahan kapasitas internal, marjin laba kotor dan marjin operasional meningkat menjadi 17,4% dan 12,4% dari sebelumnya 15,6% dan 11,7% di 1Q25. Dengan demikian, laba kotor dan laba operasional naik 8,9% YoY dan 4.0% YoY menjadi Rp268,8 miliar dan Rp192,8 miliar. Darma Henwa juga mencatat EBITDA tumbuh 14,4% YoY menjadi Rp446,9 miliar dibanding Rp390,8 miliar di 1Q25 dan marjin EBITDA naik menjadi 28,8% dari 24,7% di 1Q25.
Di sisi operasional, volume waste removal naik 9,1% YoY menjadi 38.0 juta bcm di 1Q26, terutama didorong oleh peningkatan volume in-house yang meningkat 35,7% menjadi 29,2 juta bcm. Volume waste removal yang dilakukan subkontraktor turun 33.9% YoY menjadi 8,8 juta bcm pada periode yang sama. Sementara volume produksi batubara turun 5,8% YoY menjadi 4,1 juta ton di 1Q26, terutama disebabkan karena tingginya curah hujan di proyek Asam-asam dan Kintap di Februari 2026 serta di proyek Bengalon di bulan Maret 2026.
Direktur PT Darma Henwa Tbk, Ricardo Silaen, CFA, menyatakan "Di Tengah tantangan pemotongan volume RKAB 2026 yang berdampak negatif ke sektor batubara, Perseroan mampu mencatat kenaikan pertumbuhan laba yang signifikan di 1Q26. Perseroan terus berupaya meningkatkan kemampuan operasionalnya dan memberikan layanan terbaik untuk klien utama yaitu KPC dan Arutmin." (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
