BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

LABA BERSIH BANK JAGO NAIK 50 PERSEN DI KUARTAL III 2026

Terbit Pada

28 October 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 08-10-2026, 12:01:am

30043584

IQPlus, (28/10) - PT Bank Jago Tbk mencatat laba bersih setelah pajak (NPAT) tumbuh 50 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp298 miliar hingga kuartal III 2026, dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp199 miliar.

Perseroan juga mencatat pertumbuhan aset sebesar 22 persen dari Rp34,5 triliun pada September 2025 menjadi Rp42,1 triliun pada September 2026.

"Fokus kami yang mengedepankan pertumbuhan berkualitas, baik pengumpulan dana maupun penyaluran kredit, berdampak positif pada pencapaian kinerja serta posisi fundamental bank yang berada dalam posisi sangat baik," kata Direktur Utama Bank Jago Arief Harris dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Dengan kemampuan mempertahankan kinerja positif secara terus-menerus, Arief menyampaikan perseroan meyakini kepercayaan nasabah akan semakin kuat dalam menggunakan produk dan layanan Bank Jago sebagai bank berbasis teknologi.

Hingga akhir September 2026, Bank Jago telah melayani 19 juta nasabah, termasuk 13,1 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago.

Pencapaian jumlah nasabah, menurut perseroan, mencerminkan komitmen untuk menjaga kualitas pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan dengan memprioritaskan optimalisasi basis nasabah.

Total dana pihak ketiga (DPK) Bank Jago mencapai Rp28,9 triliun per akhir September 2026, meningkat 21 persen dari Rp23,9 triliun pada akhir September 2025.

Adapun porsi current account and savings account (CASA) mendominasi DPK yakni sebesar 53 persen atau setara Rp15,4 triliun, sedangkan deposito menyumbang 47 persen atau Rp13,5 triliun.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit tercatat sebesar Rp27,9 triliun per September 2026, meningkat 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp23,5 triliun.

Perseroan menyatakan konsistensinya untuk menjaga kualitas dan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pembiayaan. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross sebesar 0,9 persen, lebih rendah dibanding rata-rata NPL perbankan nasional.

Menurut perseroan, penguatan kepercayaan nasabah terlihat pada pertumbuhan stabil pada jumlah nasabah aktif yang secara konsisten menggunakan Aplikasi Jago untuk berbagai jenis transaksi.

Selain itu, kolaborasi Bank Jago dengan ekosistem Bibit dan Stockbit memungkinkan nasabah terhubung langsung dan seamless untuk membeli produk investasi, seperti reksadana, obligasi, dan saham telah mencapai lebih dari 3,6 juta nasabah.

Sementara akselerasi pertumbuhan kredit terus dipacu melalui penyaluran kredit kepada mitra ekosistem, platform digital dan perusahaan pembiayaan, termasuk BFI Finance.

Pendekatan ini, menurut perseroan, membantu nasabah mendapatkan fasilitas pembiayaan sekaligus menjaga laju pertumbuhan aset pembiayaan Bank Jago, lebih cepat dan terukur.

Adapun rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) Bank Jago berada pada level 27,5 persen. Hal ini, catat perseroan, menunjukkan tingkat permodalan yang kuat untuk terus berinovasi, berkolaborasi dan menumbuhkan bisnis secara berkelanjutan.

Arief menyampaikan bahwa bagi perseroan, pertumbuhan bisnis bukan hanya sekadar mencetak angka tetapi memastikan fundamental perseroan semakin kuat untuk bertumbuh secara berkelanjutan.

"Dengan begitu kami optimistis Bank Jago bisa bertumbuh lebih kencang seiring dengan kondisi perekonomian yang semakin optimal pada tahun mendatang," kata Arief. (end/ant)