BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

PENDAPATAN INDOSAT Rp45,75 TRILIUN HINGGA SEPTEMBER 2026 TUMBUH 11,1%

Terbit Pada

28 October 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 12-10-2026, 11:46:am

30048465

IQPlus, (28/10) - PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan pendapatan konsolidasian sebesar Rp45,75 triliun hingga September 2026, meningkat 11,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp41,16 triliun.

Berdasarkan memo kinerja sembilan bulan 2026 yang dirilis pada 28 Oktober 2026, pendapatan perseroan terutama ditopang segmen seluler sebesar Rp37,85 triliun, naik 9,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp34,56 triliun. Segmen Multimedia, Komunikasi Data, dan Internet (MIDI) membukukan pendapatan Rp7,24 triliun, tumbuh 20,7% dari Rp6 triliun. Sementara itu, pendapatan telekomunikasi tetap meningkat 8,6% menjadi Rp656,2 miliar dari Rp604 miliar.

Seiring dengan kenaikan pendapatan, beban perseroan meningkat 7,8% menjadi Rp35,91 triliun dari Rp33,32 triliun. Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh meningkatnya beban penyelenggaraan jasa, penyusutan dan amortisasi, karyawan, serta pemasaran. Meski demikian, laba usaha Indosat tumbuh 25,5% menjadi Rp9,84 triliun dari Rp7,84 triliun.

Perseroan mencatatkan beban lain-lain bersih sebesar Rp3,37 triliun, naik 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,09 triliun. Dengan demikian, laba sebelum pajak penghasilan meningkat 36,2% menjadi Rp6,46 triliun dari Rp4,75 triliun.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp4,92 triliun, tumbuh 37,2% dibandingkan Rp3,59 triliun pada sembilan bulan 2025. Sementara itu, EBITDA meningkat 8,8% menjadi Rp21,05 triliun dari Rp19,35 triliun, dengan margin EBITDA sebesar 46%.

Dari sisi operasional, rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) seluler gabungan meningkat 16,5% menjadi Rp46.000 dari Rp39.000. Indosat memiliki 91,5 juta pelanggan seluler hingga September 2026, sedangkan trafik data meningkat 16% menjadi 14.829 petabyte (PB).

Untuk mendukung pertumbuhan trafik data, perseroan mengoperasikan sekitar 216 ribu BTS 4G dan 19 ribu BTS 5G per 30 September 2026. Perseroan juga mencatatkan belanja modal sebesar Rp28,99 triliun selama sembilan bulan 2026, tidak termasuk aset hak guna sebesar Rp8,05 triliun.

Dari sisi arus kas, kas dan setara kas pada akhir September 2026 tercatat sebesar Rp8,21 triliun, meningkat dari Rp2,43 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, total utang bersih perseroan mencapai Rp10,28 triliun per 30 September 2026.

Pada posisi keuangan, total liabilitas Indosat meningkat 35% menjadi Rp106,85 triliun per 30 September 2026 dari Rp79,12 triliun pada akhir 2025. Adapun total aset perseroan tercatat sebesar Rp147,64 triliun, meningkat 24,5% dibandingkan Rp118,63 triliun pada akhir 2025. Total ekuitas mencapai Rp40,79 triliun, naik 3,2% dari Rp39,51 triliun.(end)