BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

BEI GENJOT LABA BERSIH HINGGA Rp563,90 MILIAR PADA TAHUN 2027

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

28 October 2026

30046075

IQPlus, (28/10) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memproyeksikan kinerja keuangan yang solid pada tahun 2027 mendatang. Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, dalam press conference, seusai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang digelar, Rabu (28/10).

Jeffrey mengatakan, perseroan optimis dapat mencatat total pendapatan sebesar Rp2,59 triliun di 2027, yang mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 14,16 persen dibandingkan asumsi sebelumnya.

"Pertumbuhan pendapatan tersebut didukung oleh peningkatan aktivitas transaksi, pencatatan efek, serta layanan informasi. Dari sisi transaksi efek, asumsi Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) pada tahun depan naik menjadi Rp21 triliun dengan 241 hari bursa,"katanya.

Sementara itu, Jeffrey menambahkan, jasa pencatatan memperhitungkan asumsi penambahan sebanyak 905 efek baru, serta upaya ekspansi jumlah pelanggan dan akses datafeed pada lini jasa informasi.

Seiring dengan kenaikan pendapatan dan terjaganya efisiensi operasional dengan Cost to Income Ratio (CIR) di level 72,8 persen, laba bersih PT BEI diproyeksikan tumbuh 22,76 persen menjadi Rp563,90 miliar. Perolehan laba sebelum pajak juga diestimasi meningkat menjadi Rp703,59 miliar.

Menyongsong tahun 2027, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan struktur permodalan dan posisi neraca keuangan yang semakin kokoh. Berdasarkan ringkasan proyeksi keuangan perseroan, total aset BEI diperkirakan tumbuh menjadi Rp9,12 triliun.

Dari sisi liabilitas dan ekuitas, total ekuitas perseroan diproyeksikan naik atau berada di level Rp7,66 triliun. Kekuatan finansial ini juga ditopang oleh posisi kas dan setara kas serta aset keuangan lainnya yang terjaga solid di angka Rp4,33 triliun, dengan pertumbuhan 6,32 persen.

Selain itu, saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya pada tahun depan di proyeksikan tumbuh tercatat sebesar Rp2,25 triliun, yang mencakup alokasi Cadangan Wajib sebesar Rp154,5 miliar serta Cadangan Operasional dan Pengembangan sebesar Rp2,1 triliun guna menjamin kesinambungan ekspansi bisnis bursa. (end)