BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    KEMENPERIN : KONFLIK TIMTENG TAK TERLALU BERDAMPAK KE KINERJA AGRO

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    10 March 2026

    06844943

    IQPlus, (10/3) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan bahwa konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah tidak memberikan dampak signifikan terhadap kinerja industri agro nasional.

    Itu karena sebagian besar bahan baku sektor tersebut berasal dari dalam negeri maupun negara lain di luar kawasan konflik, kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika ditemui di Jakarta, Selasa.

    Menurut dia, industri agro Indonesia memiliki ketahanan yang cukup kuat terhadap gejolak geopolitik global karena bertumpu pada sumber daya domestik.

    "Industri agro itu kan pengolahan hasil-hasil alam kita. Jadi untuk bahan baku utama tidak ada isu yang berkaitan langsung dengan konflik di Timur Tengah," kata Putu.

    Ia mengatakan sebagian besar bahan baku industri agro seperti minyak goreng, produk pangan olahan, hingga berbagai komoditas berbasis pertanian dipasok dari dalam negeri. Dengan demikian, konflik di kawasan Timur Tengah tidak secara langsung mengganggu ketersediaan bahan baku industri tersebut.

    Selain itu, kebutuhan impor bahan baku untuk industri agro juga umumnya tidak berasal dari negara-negara di kawasan Timur Tengah. Sebagai contoh, gula industri seperti gula rafinasi lebih banyak diimpor dari negara seperti Australia, Thailand, dan kawasan Amerika Latin.

    Sedangkan untuk bahan baku impor lainnya sudah terlebih dahulu masuk ke dalam negeri sebelum konflik terjadi.

    Meski demikian, Putu mengakui bahwa konflik geopolitik global tetap berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung, terutama pada aspek biaya distribusi.

    "Dampaknya lebih kepada biaya pengangkutan atau logistik," ujar dia.

    Ia mengatakan kementerian juga tetap memantau perkembangan situasi global guna mengantisipasi potensi gangguan rantai pasok maupun perubahan biaya logistik akibat dinamika geopolitik.

    "Alternatif-alternatif juga sudah kami siapkan agar tidak begitu berdampak pada industri agro," kata Putu. (end)