BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

KEMENKO PANGAN DAN IDSURVEY PERCEPAT TRANSFORMASI SMART PORT

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

03 July 2026

18348781

IQPlus, (3/7) - Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama IDSurvey menyelenggarakan rangkaian agenda Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026 sebagai tindak lanjut dari hasil Asesmen Green and Smart Port 2025 yang telah dilaksanakan oleh IDSurvey di delapan pelabuhan di Indonesia.

Mengusung tema "Hijau Hari Ini, Cerdas Esok Hari, Ketahanan Pangan Selamanya," GSPI ASRI 2026 menjadi wadah kolaborasi untuk mendorong pelabuhan di Indonesia menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan lingkungan, efisiensi operasional, serta digitalisasi layanan.

Program ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi sektor kepelabuhanan nasional sebagai simpul distribusi logistik yang memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran arus pangan antardaerah, menekan biaya logistik, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.

Seiring meningkatnya tuntutan perdagangan global terhadap rantai pasok yang berkelanjutan, transparan, dan terdigitalisasi, daya saing pelabuhan kini tidak lagi hanya ditentukan oleh kapasitas maupun kecepatan layanan semata.

Kemampuan untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, efisiensi energi, dan transformasi digital kini menjadi faktor strategis dalam memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok internasional.

Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Tatang Yuliono, menegaskan bahwa transformasi pelabuhan merupakan bagian penting dalam memperkuat kelancaran logistik pangan demi terwujudnya ketahanan pangan nasional.

"Pelabuhan merupakan simpul strategis dalam rantai pasok pangan nasional. Melalui Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026, kami ingin mendorong terwujudnya pelabuhan yang tidak hanya efisien dan berdaya saing, tetapi juga berkelanjutan serta adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam meningkatkan efektifitas logistik yang mampu menjamin kelancaran distribusi pangan, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global", ujar Tatang. (end)