BNI PERKUAT KOMITMEN MELAYANI INDONESIA
Share via
Terbit Pada
03 July 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 23-06-2026, 05:43:pm
18354110
IQPlus, (3/7) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memasuki usia 80 tahun sebagai bank nasional pertama milik negara.
Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 yang diperingati pada 5 Juli 2026, perseroan mengangkat tema "Swadharma Bhakti Nagara" sebagai representasi perjalanan panjangnya dalam memberikan pengabdian kepada bangsa, negara, dan masyarakat Indonesia.
Pada perayaan tersebut, BNI juga meluncurkan program khusus bertajuk "Terus Ada, Ada Terus". Program ini dihadirkan sebagai bentuk penghargaan kepada para nasabah setia yang telah memanfaatkan berbagai produk dan layanan BNI selama ini.
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menyampaikan bahwa usia delapan dekade bukan sekadar menunjukkan pertumbuhan bisnis perseroan.
Menurutnya, perjalanan panjang tersebut juga mencerminkan konsistensi BNI dalam menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus menjalankan perannya sebagai bank yang lahir dari semangat kebangsaan.
"Selama delapan dekade, BNI telah tumbuh bersama Indonesia. Setiap langkah yang kami tempuh selalu dilandasi semangat untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Putrama dalam keterangan tertulis.
Putrama menjelaskan, kemampuan BNI untuk tetap bertahan, berkembang, dan relevan hingga memasuki usia 80 tahun tidak terlepas dari penerapan nilai Swadharma Bhakti Nagara.
Nilai tersebut menjadi pedoman perseroan dalam menjalankan tanggung jawab profesional, mengabdi kepada masyarakat, sekaligus berkontribusi bagi kepentingan bangsa.
Ia menerangkan bahwa Swadharma mencerminkan kesadaran untuk menjalankan tanggung jawab secara disiplin, berintegritas, dan kompeten.
Bhakti menggambarkan semangat pengabdian agar setiap keputusan bisnis memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Sementara Nagara menegaskan orientasi BNI untuk mendukung pembangunan nasional dan menjaga stabilitas perekonomian Indonesia.
Implementasi nilai tersebut tercermin dalam budaya kerja BNI melalui tiga perilaku utama, yaitu Seva, Karya, dan Raksa.
Seva berfokus pada pelayanan sepenuh hati serta membangun kepercayaan, Karya menekankan profesionalisme dan pencapaian hasil, sedangkan Raksa mengedepankan integritas, tata kelola perusahaan yang baik, serta pengelolaan risiko secara prudent.
Menurut Putrama, filosofi tersebut menjadi landasan penting bagi BNI dalam menghadapi berbagai perubahan zaman.
Sejak resmi berdiri pada 5 Juli 1946 di tengah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, BNI telah memberikan kontribusi bersejarah bagi perkembangan sektor perbankan dan perekonomian nasional.
BNI didirikan oleh R.M. Margono Djojohadikusumo, seorang tokoh ekonomi nasional yang berperan dalam membangun fondasi awal kelembagaan keuangan Republik Indonesia. R.M. Margono Djojohadikusumo juga dikenal sebagai kakek Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Sebagai pendiri BNI, R.M. Margono Djojohadikusumo mewariskan semangat pengabdian kepada negara yang terus menjadi bagian dari perjalanan perseroan hingga saat ini.
Nilai tersebut sejalan dengan filosofi Swadharma Bhakti Nagara yang mencerminkan identitas BNI sebagai bank yang lahir dari semangat perjuangan sekaligus mengemban tanggung jawab untuk berbakti kepada negeri.
Sebagai bank pertama milik Republik Indonesia, BNI memiliki peran penting dalam penerbitan Oeang Republik Indonesia (ORI) yang menjadi simbol kedaulatan ekonomi bangsa.
Sejak momentum tersebut, BNI terus berkembang mengikuti perjalanan Indonesia, dari masa awal kemerdekaan hingga menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Transformasi juga terus dilakukan BNI untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan masyarakat.
Dari layanan perbankan konvensional berbasis tatap muka, BNI berkembang menjadi institusi keuangan modern yang memanfaatkan teknologi dalam berbagai layanan.
Meski demikian, transformasi tersebut tetap berpegang pada semangat "Melayani Sepenuh Hati" agar setiap inovasi yang dihadirkan tetap mengutamakan kenyamanan dan kebutuhan nasabah.
"Namun di balik berbagai perubahan tersebut, satu hal yang tetap sama adalah semangat pengabdian BNI kepada negeri. Strategi dan teknologi akan terus berkembang mengikuti zaman, tetapi nilai-nilai Swadharma Bhakti Nagara akan selalu menjadi kompas yang menuntun setiap langkah kami dalam melayani Indonesia," kata Putrama. (end)
