JEPANG INVESTASI US$36 MILIAR DI PROYEK MIGAS DAN MINERAL PENTING AS
Share via
Kategori
Berita Internasional
Terbit Pada
18 February 2026
04833396
IQPlus, (18/2) - Jepang berencana menginvestasikan US$36 miliar dalam proyek minyak, gas, dan mineral penting di AS, tahap pertama dari komitmen US$550 miliar di bawah perjanjian perdagangan yang disepakati dengan Presiden AS Donald Trump.
"Kesepakatan perdagangan besar-besaran kita dengan Jepang baru saja diluncurkan!" tulis Trump pada hari Selasa (17 Februari). "Skala proyek-proyek ini sangat besar, dan tidak mungkin dilakukan tanpa satu kata yang sangat istimewa, tarif."
Investasi paling signifikan adalah fasilitas gas alam di Ohio yang diperkirakan akan menghasilkan 9,2 gigawatt daya, menurut pernyataan dari Menteri Perdagangan Howard Lutnick, sebuah proyek besar yang digambarkan Trump sebagai "yang terbesar dalam sejarah".
Jepang diperkirakan akan menginvestasikan US$33 miliar dalam pembangkit gas tersebut, yang akan dipimpin oleh anak perusahaan SoftBank Group, SB Energy, demikian dilaporkan The Wall Street Journal, mengutip pejabat Departemen Perdagangan yang tidak disebutkan namanya.
Jika pembangkit tersebut beroperasi dengan kapasitas penuh, itu akan setara dengan sembilan reaktor nuklir atau kira-kira jumlah daya yang dikonsumsi oleh sekitar 7,4 juta rumah di jaringan listrik terbesar AS yang dioperasikan oleh PJM Interconnection.
Proyek kedua adalah fasilitas ekspor minyak mentah di perairan dalam Teluk Meksiko, menurut Lutnick. Trump sebelumnya dalam unggahan media sosialnya menawarkan deskripsi yang berbeda, mengatakan investasi tersebut akan mencakup fasilitas gas alam cair di lepas pantai Texas.
Seorang juru bicara dari Sentinel Midstream mengatakan fasilitas GulfLink di Texas yang sedang dikembangkan adalah proyek ekspor minyak mentah.
Jepang juga diharapkan berinvestasi dalam fasilitas manufaktur berlian industri sintetis, yang menurut unggahan Trump akan berlokasi di Georgia. Berlian tersebut merupakan "input penting untuk produksi industri dan teknologi canggih," kata Lutnick. Wall Street Journal melaporkan bahwa proyek tersebut akan menerima investasi sebesar US$600 juta dan akan melibatkan Element Six, anak perusahaan De Beers.
Pengumuman yang telah lama ditunggu-tunggu ini menandai langkah maju bagi pakta perdagangan dan ekonomi yang diumumkan Trump dengan Jepang tahun lalu. Pengumuman ini datang beberapa minggu sebelum Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dijadwalkan bertemu dengan Trump di Washington.
Pemilihan ini dilakukan setelah panel gabungan pertama kali bertemu pada bulan Desember untuk mempertimbangkan proyek-proyek, yang pada akhirnya dipilih sendiri oleh Trump berdasarkan rekomendasi dari komite investasi yang ia bentuk, bersama dengan masukan dari para pejabat Jepang.
Dana tersebut dimaksudkan untuk mendorong gelombang investasi Jepang di industri-industri utama AS dan merupakan pilar utama dari kesepakatan tarif, di mana presiden AS setuju untuk menetapkan bea masuk sebesar 15 persen untuk produk-produk Jepang dan menurunkan bea masuk untuk mobil, yang merupakan penggerak penting bagi perekonomian Jepang. (end/Bloomberg)
Riset Terkait
Berita Terkait
