INDEKS NIKKEI DITUTUP TURUN DARI REKOR TERTINGGI
Share via
Kategori
Berita Internasional
Terbit Pada
15 January 2026
01454835
IQPlus, (15/1) - Indeks saham Nikkei Jepang turun dari rekor tertinggi pada hari Kamis (15 Januari), karena penguatan yen menekan eksportir dan reli saham teknologi yang sebelumnya sangat pesat mulai melemah.
Indeks acuan Nikkei 225 turun 0,4 persen menjadi 54.110,50, mengakhiri kenaikan tiga hari yang membawa indeks tersebut ke rekor tertinggi sepanjang masa pada hari Rabu. Indeks Topix yang lebih luas naik 0,7 persen untuk mencetak rekor penutupan tertinggi baru sepanjang masa di 3.668,98.
Saham AS ditutup lebih rendah semalam, dipimpin oleh penurunan indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi.
Yen pulih dari level terendah 1,5 tahun setelah peringatan baru dari Menteri Keuangan Satsuki Katayama terhadap langkah-langkah yang "berlebihan" dan pernyataan Departemen Keuangan AS yang menyerukan kebijakan "yang tepat" dari Bank Sentral Jepang untuk mengatasi volatilitas mata uang.
Pasar Jepang mencerminkan tren yang terlihat di Wall Street di mana saham-saham teknologi menyeret pasar yang seharusnya sedang naik, sementara efek mata uang menambah hambatan bagi perusahaan-perusahaan domestik besar, kata Wataru Akiyama, seorang ahli strategi ekuitas di Nomura Securities.
"Ekonomi AS yang tangguh dan ekspektasi penurunan suku bunga Fed yang berkelanjutan memberikan dukungan kepada sektor-sektor selain teknologi," kata Akiyama. "Saham-saham terkait ekspor secara umum lebih rendah karena apresiasi yen baru-baru ini."
Terdapat 144 saham yang naik di indeks Nikkei dan 77 saham yang turun. Saham yang paling merugi di indeks tersebut adalah penyedia layanan perangkat lunak Shift, turun 8,5 persen, diikuti oleh perusahaan besar di sektor kecerdasan buatan SoftBank Group, yang anjlok 4,9 persen.
Saham yang paling untung di indeks tersebut adalah perusahaan ritel Ryohin Keikaku, naik 11,8 persen, diikuti oleh penyedia jasa konsultasi BayCurrent, yang melonjak 6,4 persen.
Di pasar yang lebih luas, Toyota Industries melonjak 6,2 persen ke rekor penutupan tertinggi setelah Toyota Motor setuju untuk menaikkan penawarannya untuk mengambil alih perusahaan pembuat forklift tersebut menjadi perusahaan swasta. Toyota Motor naik 2,5 persen.
Saham Saizeriya melonjak 5,2% ke level penutupan tertinggi setelah jaringan restoran Italia tersebut melaporkan laba rekor untuk kuartal September-November. (end/Reuters)
Riset Terkait
Berita Terkait
