BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

INACA DORONG KEBIJAKAN RESPONSIF PERKUAT DAYA SAING PENERBANGAN RI

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

10 July 2026

19032994

IQPlus,(10/7) - Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesian National Air Carriers Association (INACA) mendorong kebijakan responsif pemerintah untuk memperkuat daya saing industri penerbangan nasional guna menjaga konektivitas hingga mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

"Saat ini, industri penerbangan nasional sedang mengalami tekanan terutama dari krisis geopolitik global seperti yang terjadi di Timur Tengah dan Rusia -Ukraina," kata Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Krisis geopolitik tersebut membuat harga bahan bakar termasuk avtur sangat tinggi, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah juga naik dan beberapa rute internasional sempat ditutup sehingga mengganggu bisnis maskapai penerbangan.

Oleh karena itu, kata Denon, diperlukan relaksasi dan kebijakan yang responsif agar industri penerbangan nasional dapat terus tumbuh dan berkembang serta tetap memberikan multiplier effect yang besar bagi sektor lainnya.

Menurutnya industri penerbangan mempunyai multiplier effect besar terhadap sektor lain seperti perdagangan, pariwisata dan bisnis jasa terkait, perkebunan, pertanian, perikanan bahkan hingga ke sektor pendidikan, pemerintahan dan sebagainya.

Di sisi lain, industri penerbangan juga terkait dengan banyak peraturan terutama untuk menjaga agar operasional penerbangan dapat berjalan dengan selamat, aman dan nyaman baik bagi pelaku industri maupun konsumen dan sektor-sektor yang terkait dengan multiplier effect yang dihasilkan.

Lebih lanjut Denon mengatakan mengenai hal itu, telah dibahas dan menjadi kesimpulan dari Rapat Umum Anggota (RUA) Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) yang dilaksanakan pada Kamis (9/7) di Jakarta.

Meski begitu, INACA menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, terutama Kementerian Perhubungan serta kementerian dan lembaga terkait, atas berbagai kebijakan responsif yang mendukung keberlangsungan industri penerbangan nasional.

Menurut INACA, kebijakan tersebut menjaga pertumbuhan maskapai berjadwal, tidak berjadwal, dan kargo, sekaligus meningkatkan pelayanan konsumen serta multiplier effect bagi sektor ekonomi.

Denon mengungkapkan selama ini pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yang responsif terhadap industri penerbangan meliputi kebijakan terkait fuel surcharge yang disesuaikan dengan fluktuasi harga bahan bakar pesawat (avtur) dari Kementerian Perhubungan. (end/ant)