PLN EPI CATAT PENGHEMATAN EMISI KARBON 710 KG
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
15 July 2026
19548371
IQPlus, (15/7) - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mencatat penghematan emisi karbon sebesar 710 kg setara CO2 melalui program "EPI Clean Energy Day".
Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan EPI Clean Energy Day merupakan upaya mendorong pegawai menggunakan moda transportasi rendah emisi sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung transisi energi, mengurangi konsumsi BBM, sekaligus menekan jejak karbon perusahaan.
Program yang dilaksanakan setiap hari Jumat ini merupakan bagian dari implementasi arahan pemerintah, BP BUMN, dan PT PLN (Persero) dalam mendorong budaya efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon di lingkungan kerja.
Berdasarkan laporan pelaksanaan kumulatif periode 28 April hingga 3 Juli 2026, sebanyak 246 pegawai telah berpartisipasi dalam program tersebut.
Dari partisipasi tersebut, PLN EPI mencatat penghematan emisi sebesar 710,87 kg CO2e, setara dengan penghematan konsumsi 292,3 liter Pertamax, serta efisiensi biaya transportasi mencapai Rp3,9 juta.
"Capaian tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran pegawai untuk menerapkan gaya hidup rendah karbon sekaligus menjadi langkah awal menuju pencapaian target tahunan program," sebut Mamit.
Ia melanjutkan transisi energi tidak hanya diwujudkan melalui pengembangan teknologi dan penyediaan energi bersih, tetapi juga melalui perubahan perilaku setiap insan perusahaan.
Mamit meyakini perubahan perilaku sederhana yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak yang signifikan, baik bagi lingkungan maupun keberlanjutan perusahaan.
"Kami mengapresiasi antusiasme seluruh pegawai yang telah berpartisipasi. Setiap perjalanan yang beralih ke moda transportasi rendah emisi merupakan kontribusi nyata dalam membangun budaya kerja yang lebih efisien, mendukung pencapaian target net zero emissions (NZE), serta menunjukkan bahwa transformasi energi dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara bersama," tambahnya.
Untuk memastikan manfaat program dapat diukur secara objektif, setiap peserta mencatat histori perjalanan yang kemudian dikonversi menjadi data pengurangan emisi karbon, penghematan konsumsi BBM, dan efisiensi biaya transportasi.
"Pendekatan berbasis data tersebut memungkinkan perusahaan memantau efektivitas program sekaligus mendorong peningkatan partisipasi pegawai secara berkelanjutan," sebut Mamit. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
