IMBAL HASIL OBLIGASI PEMERINTAH AS NAIK HARI SELASA
Share via
Kategori
Komoditi
Terbit Pada
07 April 2026
09654151
IQPlus, (7/4) - Imbal hasil obligasi pemerintah AS naik pada hari Selasa karena Presiden Donald Trump kembali memperingatkan bahwa AS akan menyerang infrastruktur sipil dan energi Iran jika Teheran tidak setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz sebelum tenggat waktu yang semakin dekat.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka 10 tahun patokan untuk pinjaman pemerintah AS naik lebih dari 1 basis poin pada perdagangan awal, menjadi 4,3466% pada pukul 03.40 ET.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka 2 tahun, yang lebih sensitif terhadap keputusan suku bunga jangka pendek Federal Reserve, juga naik 1 basis poin, menjadi 3,8622%. Sementara itu, imbal hasil obligasi jangka 30 tahun naik 1 basis poin, mencapai 4,9060%.
Kenaikan biaya pinjaman terjadi setelah ancaman berulang Presiden Donald Trump untuk membom infrastruktur Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan, jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz pada pukul 20.00 ET pada hari Selasa.
Presiden Trump mengatakan bahwa "sangat tidak mungkin" ia akan memperpanjang tenggat waktu lebih lanjut, dan memperingatkan tentang "penghancuran total" infrastruktur penting Iran jika kesepakatan tidak tercapai.
Para pejabat Iran telah menolak rencana gencatan senjata sementara dan malah menyerukan pengakhiran konflik secara permanen.
Harga energi telah naik menjelang tenggat waktu hari Selasa. Minyak mentah Brent, patokan global, naik 1,4% pada awal perundingan, mencapai $111,27 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate AS terakhir terlihat naik 2,1% menjadi $114,81.
Kenaikan obligasi pemerintah AS terjadi setelah imbal hasil stabil setelah data nonfarm payrolls yang lebih positif dari perkiraan yang diterbitkan pada hari Jumat.
Beberapa pejabat Departemen Keuangan akan berbicara pada hari Selasa. Presiden dan CEO Federal Reserve Chicago, Austan Goolsbee, akan berbicara di Detroit Economic Club pada hari Selasa. Pada hari Senin, Goolsbee mengatakan inflasi tetap menjadi tantangan yang lebih besar bagi perekonomian AS daripada lapangan kerja. Wakil Ketua Federal Reserve, Philip Jefferson, juga akan berbicara kemudian tentang prospek ekonomi dan pasar tenaga kerja.
Investor akan memantau rilis data pesanan barang tahan lama buatan AS untuk bulan Februari, yang diperkirakan akan lebih rendah daripada angka datar untuk bulan Januari. (end/CNBC)
Riset Terkait
Berita Terkait
