HORMATI PROSES HUKUM, PIPA TEGASKAN OPERASIONAL TETAP NORMAL DI BAWAH MANAJEMEN BARU
Share via
Terbit Pada
09 February 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 09-02-2026, 03:10:pm
03958769
IQPlus, (9/2) - PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) menegaskan bahwa jajaran manajemen dan pemegang saham pengendali baru tidak memiliki keterkaitan dengan perkara hukum masa lalu. Penegasan ini disampaikan menyusul langkah Bareskrim Polri yang kembali membuka penyelidikan dugaan manipulasi saham saat proses penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan.
Direktur Utama PIPA Firrisky Ardi Nurtomo dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (9/2/2026), menyampaikan bahwa manajemen baru menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan. Ia menekankan bahwa penyelidikan tersebut berkaitan dengan pihak-pihak lama yang tidak lagi memiliki hubungan dengan perseroan saat ini.
Menurut Firrisky, PT Morris Capital Indonesia sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) baru telah masuk melalui proses uji tuntas independen sejak April 2025. Perseroan memastikan tidak ada hubungan kepemilikan, operasional, manajerial, maupun afiliasi antara manajemen baru dengan pihak yang diduga terlibat dalam kasus lama tersebut.
Proses akuisisi oleh Morris Capital Indonesia telah rampung sepenuhnya setelah perseroan menyelesaikan Mandatory Tender Offer pada 22 Januari 2026 sesuai persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Struktur manajemen baru juga telah ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 26 Januari 2026.
Menanggapi pemberitaan negatif, manajemen PIPA menegaskan tetap menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah. Perseroan menyatakan siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum serta otoritas pasar modal apabila diperlukan, sembari memastikan operasional perusahaan tetap berjalan normal.
Pasca akuisisi, PIPA menyiapkan strategi ekspansi bisnis dengan merambah sektor minyak dan gas (migas). Morris Capital Indonesia berencana mensinergikan bisnis pipa PVC dengan fasilitas produksi, perdagangan, distribusi, hingga infrastruktur energi guna menciptakan sumber pendapatan berulang yang berkelanjutan.
Ke depan, PIPA akan melakukan audiensi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan OJK serta menggelar public expose terkait rencana aksi korporasi. Perseroan juga menargetkan penyelesaian laporan keuangan audit tahun 2025 pada April 2026, sekaligus mempersiapkan perubahan nama, logo, dan domisili perusahaan. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
