HARGA EMAS TURUN DARI LEVEL TERTINGGI DUA BULAN
Share via
Kategori
Komoditi
Terbit Pada
12 August 2026
22328110
IQPlus, (12/8) - Harga emas turun dari level tertinggi dalam dua bulan saat para pedagang mempertimbangkan prospek kesepakatan AS-Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, sembari menantikan laporan inflasi penting AS yang dapat memberikan petunjuk baru mengenai sikap Federal Reserve AS terkait kenaikan suku bunga.
Harga emas batangan sempat turun hingga 0,8 persen, mencatatkan penurunan harian terbesar sejak bulan Juli. Di sisi lain, harga minyak naik setelah Iran menegaskan kembali rencananya untuk tetap menutup jalur perairan tersebut hingga tuntutannya dipenuhi. Pemulihan harga energi mengaburkan prospek arah kebijakan suku bunga The Fed, sementara para pedagang menahan diri untuk mengambil posisi besar menjelang rilis data inflasi AS pada hari Rabu (12 Agustus).
Indeks harga konsumen AS yang menjadi sorotan pasar diperkirakan akan naik 0,1 persen pada bulan Juli setelah sempat turun 0,4 persen pada bulan Juni, berdasarkan proyeksi median dari survei ekonom yang dilakukan Bloomberg.
Menyusul laporan ketenagakerjaan AS yang lemah pada 7 Agustus, melambatnya laju kenaikan harga dapat membantu meredakan kekhawatiran inflasi di kalangan pejabat Federal Reserve AS. Kebijakan pengetatan moneter yang tidak terlalu agresif biasanya menguntungkan emas, aset yang tidak memberikan imbal hasil berupa bunga.
Harga emas telah menguat melampaui ambang batas *support* penting di kisaran US$4.000 per ons dalam beberapa pekan terakhir, didorong oleh minat investor yang kembali tumbuh terhadap logam mulia ini serta peningkatan pembelian oleh bank sentral. Kendati mencatat kenaikan tersebut, harga emas batangan masih berada sekitar 17 persen di bawah level sebelum pecahnya perang Iran pada akhir Februari.
Harga emas *spot* turun 0,5 persen menjadi US$4.369,15 per ons pada pukul 16.40 waktu New York. Harga perak turun 1,7 persen, sementara harga platinum dan paladium juga mengalami penurunan. (end/Bloomberg)
Riset Terkait
Berita Terkait
