HAPUS DEFISIT, BWPT BAKAL GELAR KUASI REORGANISASI
Share via
Terbit Pada
22 May 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 19-05-2026, 04:22:pm
14135252
IQPlus, (22/5) - PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) mengumumkan rencana untuk melaksanakan program kuasi reorganisasi guna memperbaiki struktur ekuitas perusahaan. Langkah ini diambil dengan memanfaatkan laporan posisi keuangan konsolidasian Perseroan per tanggal 31 Desember 2025.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis manajemen pada Kamis (21/5/2026), perusahaan perkebunan dan industri kelapa sawit ini tercatat masih mengantongi saldo defisit sebesar Rp3.707.953 juta (sekitar Rp3,7 triliun) per akhir tahun 2025. Defisit tersebut merupakan akumulasi kerugian dari tahun-tahun sebelumnya yang dipicu oleh tekanan keuangan akibat ekspansi usaha, peningkatan beban bunga, serta dampak pandemi COVID-19.
Melalui kuasi reorganisasi ini, Perseroan akan mengeliminasi seluruh saldo laba negatif tersebut menjadi nol (0) dengan cara melakukan eliminasi terhadap agio saham yang dimiliki perusahaan. "Dampak positif dari pelaksanaan rencana kuasi reorganisasi ini adalah Perseroan dapat memulai awal yang baru dengan menunjukkan posisi keuangan yang lebih baik tanpa dibebani oleh defisit masa lalu," tulis Direksi Perseroan dalam dokumen keterbukaan informasi.
Manajemen menambahkan bahwa dengan hilangnya saldo defisit, perusahaan menangkap adanya peluang dan harapan untuk dapat membagikan dividen kepada pemegang saham di masa mendatang sesuai dengan regulasi yang berlaku. Selain itu, langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, mulai dari investor, kreditur, hingga mitra usaha.
Tren Kinerja Positif dan Rencana Strategis Kendati masih memiliki defisit historis, emiten sawit ini sebenarnya telah menunjukkan pemulihan kinerja secara berkelanjutan dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan laporan keuangan yang diaudit, laba tahun berjalan Perseroan terus merangkak naik, yaitu sebesar Rp159.970 juta pada 2023, Rp272.132 juta pada 2024, dan menyentuh Rp379.107 juta pada 2025. Pertumbuhan positif ini didorong oleh kenaikan harga minyak nabati global serta berbagai inisiatif strategis internal, seperti peningkatan kapasitas pabrik kelapa sawit dan efisiensi operasional.
Untuk mempertahankan pertumbuhan jangka panjang, Perseroan juga telah merencanakan pembangunan Pabrik Pengolahan Inti Sawit (Kernel Crushing Plant/KCP) yang ditargetkan selesai pada tahun 2026. Fasilitas ini diproyeksikan menghasilkan Palm Kernel Oil (PKO) dan Palm Kernel Meal (PKM) guna mendukung program hilirisasi pemerintah.
Siap Gelar RUPSLB Akhir Juni Realisasi rencana kuasi reorganisasi ini memerlukan persetujuan dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Manajemen menjadwalkan pelaksanaan RUPSLB pada hari Senin, 29 Juni 2026. Adapun tanggal daftar pemegang saham yang berhak hadir (recording date) ditetapkan pada 4 Juni 2026, yang diikuti dengan pemanggilan resmi rapat pada 5 Juni 2026. Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan secara penuh merekomendasikan pemegang saham untuk memberikan persetujuan dalam RUPSLB mendatang. Manajemen meyakini bahwa kuasi reorganisasi merupakan pilihan terbaik demi kepentingan jangka panjang Perseroan dan seluruh pemegang saham. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
