BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

GENJOT EKSPANSI, MORA TARGETKAN 5 JUTA HOMEPASS BARU DI TAHUN 2026

Terbit Pada

15 June 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 24-06-2026, 03:14:pm

16553466

IQPlus, (15/6) - PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic atau IDX:MORA) bersiap mengambil langkah agresif dalam memperluas ekosistem infrastruktur digitalnya tahun ini. Setelah sukses menyelesaikan penggabungan usaha (merger) pada April lalu, Emiten penyedia layanan internet ini membidik penambahan 5 juta homepass baru serta perluasan jaringan Fiber to the Home (FTTH) ke 186 kota/kabupaten di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2026.

Target ambisius tersebut didorong oleh lonjakan signifikan pada jumlah jaringan rumah yang terkoneksi internet (homepass) pasca-efektifnya penggabungan usaha antara PT Mora Telematika Indonesia Tbk dan PT Eka Mas Republik pada 30 April 2026. Melalui aksi korporasi ini, jumlah homepass gabungan Perseroan meroket tajam menjadi lebih dari 12,7 juta homepass.

"Perseroan berhasil menjaga momentum pertumbuhan yang sehat sepanjang tahun 2025 melalui penguatan bisnis inti berupa perluasan jaringan fiber optic, percepatan ekspansi FTTH dan FTTX," ujar Direktur Utama dan Chief Executive Officer MoraRepublic, Timotius Max Sulaiman, dalam Paparan Publik Tahunan di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Sebelum proses merger rampung, kinerja operasional mandiri MoraRepublic sepanjang tahun buku 2025 sebenarnya sudah mencatatkan pertumbuhan solid. Hingga akhir Desember 2025, jumlah homepass organik perusahaan tumbuh sekitar 36 persen menjadi lebih dari 1 juta homepass, naik dibandingkan raihan tahun sebelumnya yang berada di angka 788 ribu homepass.

Pertumbuhan infrastruktur fisik ini berbanding lurus dengan serapan pasar. Jumlah pelanggan ritel mereka terkerek naik hingga 46 persen menjadi lebih dari 330 ribu pelanggan pada akhir 2025. Konsolidasi besar-besaran lewat merger kemudian melambungkan basis pelanggan ritel gabungan menjadi lebih dari 2,6 juta pelanggan.

Sejalan dengan masifnya ekspansi homepass dan basis konsumen, kinerja keuangan perusahaan ikut terkerek naik secara signifikan. Pada tahun buku 2025, pendapatan dari segmen ritel menyumbang pertumbuhan sebesar 21 persen menjadi sekitar Rp1,3 triliun. Secara keseluruhan, MoraRepublic berhasil membukukan kenaikan laba bersih yang sangat signifikan, yakni melonjak hingga 96,5 persen menjadi hampir Rp516 miliar, dari Rp263 miliar pada tahun sebelumnya.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan pasca-merger di tahun 2026, Timotius menegaskan komitmen perusahaan untuk terus berinvestasi pada infrastruktur berkelanjutan. Selain mengejar target penambahan 5 juta homepass baru dan membidik 1,5 juta pelanggan baru tahun ini, MoraRepublic juga memperkuat jaringan nirkabelnya lewat ekspansi Fixed Wireless Access (FWA) melalui pembangunan lebih dari 1.000 sites FWA baru.

Di sisi jaringan tulang punggung (backbone), konektivitas global perusahaan akan diperkuat melalui Proyek Rising 8. Proyek strategis ini memanfaatkan jaringan kabel fiber optik bawah laut sepanjang 1.128,5 kilometer untuk menghubungkan Jakarta, Batam, hingga Singapura, menggunakan teknologi sistem repeater berkualitas tinggi.

"Kami melihat kebutuhan konektivitas yang terus meningkat sebagai peluang jangka panjang yang akan terus kami optimalkan," pungkas Timotius. (end)