FTSE RUSSELL KEMBALI SOROTI SAHAM HSC DALAM REVIEW PASAR INDONESIA
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
21 May 2026
14057565
IQPlus, (21/5) - Kebijakan terbaru FTSE Russell terkait perlakuan indeks terhadap saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dinilai lebih mencerminkan penyesuaian teknis indeks dan monitoring terhadap reformasi pasar modal Indonesia secara menyeluruh.
Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas Indonesia, Fat Aliansyah Budiman, mengatakan FTSE Russell saat ini masih melanjutkan kebijakan freeze yang sebelumnya telah diterapkan pada review terdahulu sambil memantau perkembangan reformasi pasar di Indonesia.
"FTSE menyebutkan bahwa mereka akan melanjutkan freeze yang sebelumnya sudah dilakukan pada review sebelumnya. Jadi sebenarnya kalau diperhatikan secara seksama, baik MSCI maupun FTSE sejauh ini, mereka sedang mereview apa yang sedang dilakukan dalam skala yang besar, reformasi di Indonesia ini," ujarnya dalam kanal YouTube Maybank Sekuritas, Selasa (12/5/2026).
Menurut Fat, terdapat perbedaan utama antara pengumuman FTSE kali ini dibandingkan periode sebelumnya. Jika sebelumnya FTSE masih memberikan ruang perubahan dua arah, baik kenaikan maupun penurunan bobot saham, kini kebijakan lebih difokuskan pada penyesuaian yang bersifat negatif seperti downgrade maupun penghapusan saham yang masuk kategori HSC.
"FTSE sebelumnya masih memberikan kelonggaran. Tapi kalau kali ini satu arah, jadi hanya yang memang pengurangan bobot, perubahan di downgrade, atau mungkin dikeluarkan dari list karena memang masuk ke list saham-saham HSC, itu yang dilakukan untuk pengumuman saat ini," ungkapnya.
Ia menilai langkah FTSE tersebut sejalan dengan pendekatan yang sebelumnya telah dilakukan oleh MSCI terhadap pasar Indonesia. Menurut dia, setelah MSCI terlebih dahulu menerapkan interim freeze, pasar sebenarnya sudah memperkirakan FTSE akan mengambil langkah serupa meski sebelumnya masih memberikan ruang penyesuaian yang lebih fleksibel dalam review indeksnya.
Fat juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi resmi yang dirilis FTSE Russell, saham yang saat ini tercantum dalam daftar HSC FTSE adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).
"Untuk FTSE sendiri saat ini yang masuk ke dalam saham list HSC itu hanya DSSA. Jadi kalau diperhatikan yang membedakan sama MSCI, yang dikeluarkan dari FTSE sudah pasti itu hanya DSSA, sejauh ini kalau berdasarkan informasi yang dirilis sama pihak FTSE," jelasnya.
Sementara itu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) saat ini juga tidak tercatat sebagai konstituen aktif FTSE Russell. Sebelumnya, FTSE Russell sempat melakukan penyesuaian terhadap status saham BREN dalam FTSE Global Equity Index Series pada September 2024.
Lebih lanjut, Fat Aliansyah menilai investor perlu memahami bahwa kebijakan indeks global seperti FTSE Russell maupun MSCI pada dasarnya lebih berkaitan dengan metodologi indeks, likuiditas perdagangan, serta kebutuhan replikasi bagi passive fund dibandingkan dengan fundamental operasional perusahaan. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
