FIF GROUP EMISI OBLIGASI RP2,5 TRILIUN, TAWARKAN BUNGA HINGGA 6,70%
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
27 April 2026
11632411
IQPlus, (27/4) - PT Federal International Finance (FIFGROUP), anggota dari grup Astra, resmi mengumumkan penawaran umum Obligasi Berkelanjutan VI Tahap V Tahun 2025 dengan jumlah pokok sebesar Rp2,5 triliun. Langkah ini merupakan bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) VI dengan total target penghimpunan dana mencapai Rp10 triliun.
Dalam rilis resminya, Perseroan yang bergerak di bidang jasa pembiayaan ini menawarkan obligasi tersebut dalam dua seri. Untuk Seri A: Memiliki nilai pokok Rp1,64 triliun dengan tingkat bunga tetap 6,40% per tahun dan jangka waktu 370 hari kalender. Sedangkan Seri B: Memiliki nilai pokok Rp859,8 miliar dengan bunga tetap 6,70% per tahun dan jangka waktu 36 bulan.
Manajemen FIFGROUP menjelaskan bahwa bunga obligasi akan dibayarkan setiap tiga bulan. Pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 15 Juli 2025, sementara pelunasan pokok (bullet payment) akan dilakukan saat jatuh tempo masing-masing seri.
Jadwal Penting dan Penjamin Emisi
Masa penawaran umum bagi masyarakat berlangsung mulai 27 Maret hingga 10 April 2025. Distribusi obligasi secara elektronik akan dilakukan pada 15 April 2025, disusul dengan pencatatan resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 16 April 2025.
Penerbitan instrumen utang ini telah mendapatkan peringkat idAAA (Triple A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), yang menunjukkan kemampuan sangat kuat dari emiten untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya.
Untuk melancarkan aksi korporasi ini, FIFGROUP menunjuk lima perusahaan sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi, yaitu PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat.
Hingga akhir Desember 2024, FIFGROUP tercatat memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia dengan 250 kantor cabang dan 412 POS untuk mendukung kegiatan usaha utamanya di sektor pembiayaan. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
