EDGE SEBUT RENCANA DELISTING BAGIAN DARI RENCANA JANGKA PANJANG PERSEROAN
Share via
Terbit Pada
23 April 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 09-02-2026, 10:41:am
11248480
IQPlus, (23/4) - Rencana PT Indointernet Tbk (EDGE) untuk delisting atau menghapus pencatatan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) disebut merupakan bagian dari arah strategis jangka panjang perseroan.
Donaldy Situmorang, CEO perseroan dalam keterangannya Kamis mengatakan Rencana delisting ini merupakan langkah strategis untuk memberikan fleksibilitas lebih dalam menjalankan rencana jangka panjang.
"Sebagai bagian dari Digital Edge Group, integrasi yang lebih erat akan memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat, optimalisasi alokasi modal, serta keselarasan yang lebih kuat di seluruh platform," tambah Donauly.
Perusahaan juga mengumumkan perubahan kepemimpinan dengan penunjukan Donauly Situmorang sebagai Chief Executive Officer, yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Financial Officer sejak 2021 dan berperan penting dalam memperkuat fondasi serta mendorong ekspansi perusahaan. Andrew Rigoli kini beralih ke Dewan Komisaris dan akan tetap memberikan arahan strategis.
Indonet membukukan kinerja yang solid sepanjang 2025 dengan pendapatan bersih mencapai Rp842,1 miliar, didorong oleh permintaan yang terus meningkat terhadap infrastruktur digital berkualitas tinggi. Perusahaan mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 22% pada bisnis jaringan dan peningkatan sebesar 48% pada segmen data center, mencerminkan momentum kuat dari permintaan enterprise, hyperscaler, dan kebutuhan berbasis cloud.
Secara operasional, Perusahaan terus menjalankan strategi ekspansi. Indonet memperluas jaringan fiber, termasuk pengembangan infrastruktur bawah tanah yang menghubungkan pusat kota Jakarta dengan klaster data center di kawasan industri Bekasi, Cibitung, dan Karawang, guna meningkatkan keandalan dan resiliensi jaringan. Secara paralel, Indonet juga mengembangkan infrastruktur fiber untuk memperkuat konektivitas antar data center di wilayah Jakarta.
Pada sisi data center melalui Digital Edge Indonesia, EDGE1 telah terkontrak penuh, sementara EDGE2 mencapai sekitar 70% kapasitas terkontrak hingga akhir FY2025, menunjukkan tingginya permintaan terhadap kapasitas colocation yang scalable.
Di saat yang sama, Perusahaan juga tengah mengembangkan hyperscale data center campus di kawasan industri GIIC, dengan kapasitas awal 500MW yang dapat ditingkatkan hingga 1GW. Inisiatif ini memposisikan Indonet untuk menangkap permintaan jangka panjang dari kebutuhan hyperscale dan beban kerja berbasis AI. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
