BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    DANANTARA SIAPKAN PLATFORM INVESTASI ENERGI BERBASIS SAMPAH

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    07 April 2026

    09644880

    IQPlus, (7/4) - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyiapkan platform investasi untuk pengembangan energi berbasis sampah (waste-to-energy/WtE) guna mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mengatasi persoalan pengelolaan sampah di Indonesia.

    Saat menjadi pembicara kunci dalam ISEI Industry Matching dan diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion/FGD) bertajuk "Proyek Waste-to-Energy terhadap Ketahanan Energi Nasional" di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa, Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara Muliaman Darmansyah Hadad mengatakan pengembangan WtE menjadi salah satu prioritas karena Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah yang belum optimal dari hulu hingga hilir.

    "Persoalan sampah di Indonesia tidak sederhana. Salah satu masalah utamanya adalah belum adanya pemilahan sejak dari rumah tangga, sehingga di hilir membutuhkan teknologi yang lebih kompleks," katanya dalam kegiatan yang diselenggarakan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto serta Bank Indonesia itu.

    Ia mengatakan masyarakat di negara maju telah terbiasa memilah sampah sejak dari sumber, sehingga proses pengolahan menjadi lebih efisien dan menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi.

    Sebaliknya di Indonesia, sampah yang tercampur menyebabkan kualitas bahan baku energi menjadi rendah. Bahkan, sebagian material dengan nilai kalor tinggi telah diambil lebih dulu di tingkat pengumpul, sehingga menyisakan sampah dengan daya bakar rendah di tempat pemrosesan akhir (TPA).

    "Kondisi ini membuat efisiensi pengolahan menjadi rendah dan biaya menjadi lebih tinggi karena perlu proses tambahan seperti pengeringan," katanya.

    Selain aspek teknis, ia juga menyoroti faktor sosial dalam rantai pengelolaan sampah yang cukup kompleks karena melibatkan banyak pihak, mulai dari pemulung hingga pengelola TPA.

    Oleh karena itu, edukasi masyarakat untuk memilah sampah sejak awal menjadi kunci penting dalam meningkatkan efektivitas program WtE.

    Dalam upaya mendorong percepatan pengembangan WtE, Danantara menyiapkan platform investasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan perguruan tinggi.

    Melalui platform tersebut, Danantara akan berperan sebagai co-investor guna meningkatkan kepercayaan investor lain untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek strategis, termasuk pengolahan sampah menjadi energi.

    "Danantara hadir untuk memfasilitasi kolaborasi. Dengan adanya platform ini, kota-kota lain bisa ikut bergabung sehingga pengembangan proyek dapat lebih cepat," katanya.

    Ia mengatakan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) ditargetkan dapat dikembangkan di puluhan kota di Indonesia sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

    Secara keseluruhan, proyek tersebut diperkirakan membutuhkan investasi hingga puluhan triliun rupiah dengan potensi kapasitas listrik ratusan megawatt, serta mampu memberikan dampak ekonomi yang luas.

    Selain menghasilkan energi, proyek ini juga berpotensi menekan emisi karbon, mengurangi volume sampah di TPA, serta menciptakan lapangan kerja baru.

    Namun demikian, ia mengakui biaya produksi energi dari WtE masih relatif lebih tinggi dibandingkan energi konvensional, sehingga diperlukan dukungan kebijakan, termasuk skema harga listrik dan pembiayaan yang menarik bagi investor.

    "Ini perlu dukungan bersama, baik dari sisi kebijakan maupun kolaborasi antarpemangku kepentingan agar proyeknya bisa berjalan secara berkelanjutan," katanya. (end/ant)