CELIOS: TRANSISI ENERGI-REVISI APBN JAGA PASOKAN BBM DI TENGAH KONFLIK
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
04 March 2026
06237930
IQPlus, (4/3) - Center of Economic and Law Studies (Celios) meyakini akselerasi transisi energi dan merevisi APBN dapat menjaga keandalan pasokan BBM di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang berpotensi mengganggu rantai pasok dan harga.
Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira Adhinegara di Jakarta, Rabu, mengatakan upaya implementasi yang bisa dilakukan oleh pemerintah dalam mengakselerasi transisi energi yakni memaksimalkan pemanfaatan sumber energi terbarukan seperti air, angin dan surya.
"Percepat transisi energi dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan dari air, angin, dan surya," ujar dia.
Menurut dia, percepatan elektrifikasi, khususnya pada transportasi publik berbasis kendaraan listrik (EV), akan membantu menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM.
Selain itu, pengurangan ketergantungan pembangkit listrik terhadap energi fosil turut menjadi kunci untuk meredam dampak gejolak harga minyak global terhadap perekonomian domestik.
Di sisi lain, Bhima menekankan pentingnya memperkuat bantalan fiskal guna menjaga kesehatan keuangan BUMN energi, terutama Pertamina dan PLN.
Ia menilai revisi APBN yang memiliki kepanjangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu perlu segera dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan beban subsidi energi apabila harga minyak dunia terus meningkat.
Realokasi anggaran, lanjutnya, sebaiknya dilakukan dengan menggeser pos belanja nonprioritas, bukan melalui penambahan utang baru, agar risiko fiskal tetap terkendali.
"Realokasi anggaran ke subsidi energi mendesak dilakukan. Diperkirakan butuh alokasi tambahan hingga Rp340 triliun untuk jaga agar defisit APBN tidak melebar. Sebaiknya realokasi jangan menambah utang baru," katanya. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
