BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

KEMENPERIN PACU PRODUK UNGGULAN LOKAL TEMBUS PASAR GLOBAL

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

11 August 2026

22230749

IQPlus, (11/8) - Kementerian Perindustrian terus memperkuat pengembangan industri berbasis sumber daya lokal agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi dan semakin kompetitif di pasar global. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Specialty Indonesia 2026, yang menjadi etalase bagi produk-produk unggulan nasional sekaligus membuka peluang kolaborasi bisnis dan perluasan akses pasar.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam dan keragaman komoditas yang menjadi modal besar bagi pengembangan industri specialty dan artisan. Berbagai komoditas seperti kopi, teh, kakao, hortikultura, olahan susu, cerutu, hingga produk fermentasi berbasis bahan baku lokal memiliki karakteristik dan keunggulan yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah tinggi.

"Kita memiliki kekayaan bahan baku dan keragaman produk yang menjadi kekuatan industri Indonesia. Tantangannya adalah dari potensi tersebut kita olah menjadi produk bernilai tambah, berkualitas, memiliki identitas yang kuat, serta mampu bersaing di pasar global," kata Faisol saat membuka Specialty Indonesia 2026 di Jakarta, Senin (10/8).

Menurut Wamenperin, pengembangan produk specialty menjadi bagian penting dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Kekayaan bahan baku yang dimiliki Indonesia perlu dioptimalkan melalui inovasi, penguatan kualitas, desain, pengemasan, branding, serta strategi pemasaran yang tepat. Dengan demikian, produk Indonesia tidak hanya unggul dari sisi bahan baku, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang semakin tinggi.

"Karena itu, kita tidak ingin kekayaan komoditas Indonesia hanya dipasarkan sebagai bahan baku. Kita ingin semakin banyak produk yang diolah di dalam negeri, memiliki merek yang kuat, memperoleh nilai tambah yang lebih tinggi, dan kemudian dikenal oleh konsumen dunia," ujarnya.

Besarnya peluang pengembangan industri specialty nasional tercermin dari sejumlah sektor yang telah memiliki posisi strategis maupun prospek pasar yang menjanjikan. Salah satunya adalah industri pengolahan kakao.

Indonesia saat ini menempati posisi sebagai produsen produk olahan kakao terbesar keempat di dunia sekaligus produsen biji kakao terbesar ketujuh dunia. Posisi tersebut menjadi modal penting untuk terus memperkuat hilirisasi kakao sehingga nilai tambah komoditas tersebut semakin banyak tercipta di dalam negeri. (end)