BSI RAIH PERINGKAT 1 RATING ESG GLOBAL ISLAMIC BANKING
Share via
Terbit Pada
19 January 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 02-01-2026, 07:00:pm
01859378
IQPlus, (19/1) - PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) meraih peringkat pertama rating ESG Global Islamic Banking setelah berhasil mendapat skor tertinggi.
Pencapaian tersebut menandai lompatan signifikan kinerja keberlanjutan BSI, di mana Perseroan mencatatkan kenaikan ESG Score menjadi 5,56, dari sebelumnya 3,86. Skor ini menempatkan BSI di atas rata-rata industri global Islamic bank dan masuk dalam kategori "LEADING" mengungguli bank-bank syariah global lainnya.
"Komitmen Hijau yang berbuah manis, kenaikan peringkat ini bukan terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari strategi terukur perseroan dalam menerapkan prinsip keuangan berkelanjutan," kata Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Ia menegaskan bahwa pencapaian itu didorong oleh penguatan pengungkapan Perseroan terhadap kebijakan penyaluran pembiayaan yang mendukung keberlanjutan.
Hingga triwulan III 2025, BSI mencatatkan penyaluran pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp73,6 triliun. Angka ini setara dengan 24,33 persen dari total portofolio pembiayaan BSI, yang mencerminkan komitmen kuat bank terhadap ekonomi hijau, sosial, dan UMKM.
Bob memandang peningkatan skor ESG menjadi bukti nyata komitmen kami dalam mendorong penyaluran pembiayaan yang mendukung keberlanjutan.
Dirinya menambahkan bahwa transparansi adalah kunci kepercayaan investor global. Oleh karena itu, BSI secara proaktif mengungkapkan data kinerja keberlanjutannya melalui landing page khusus ESG di situs resmi perusahaan, memudahkan investor dan pemangku kepentingan memantau jejak karbon dan dampak sosial lingkungan perseroan.
Dengan skor terbaru ini, posisi BSI semakin solid melalui pencapaian kinerja Bloomberg ESG Score dengan peringkat satu global untuk kategori Bank Syariah (Islamic Bank).
"Prestasi ini membuktikan bahwa perbankan syariah Indonesia tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga mampu menjadi pemimpin (market leader) dalam isu-isu keberlanjutan di level internasional yang sejalan dengan standar global," ujar Bob. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
