BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

BPH MIGAS PASTIKAN DISTRIBUSI BBM DI JAWA TIMUR KEMBALI NORMAL

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

02 July 2026

18237307

IQPlus, (2/7) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Jawa Timur kembali normal.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan kondisi penyaluran BBM subsidi di sejumlah wilayah Jawa Timur seperti Surabaya dan Gresik, berangsur membaik setelah sempat terjadi antrean kendaraan dalam beberapa hari terakhir.

"Sesuai laporan dari Pertamina Patra Niaga dan kami cek langsung ke lapangan, antrean ini (kendaraan) sudah sangat melandai. Rata-rata saat ini antrean 5-6 truk long chasis (sasis panjang) dan situasi ini juga tidak mengganggu rutinitas masyarakat," ujar Wahyudi di Integrated Terminal (IT) Surabaya, Jatim, Rabu (1/7).

Wahyudi memantau langsung ke lapangan ketersediaan dan penyaluran BBM subsidi, khususnya Biosolar bagi kendaraan angkutan logistik dan kendaraan pribadi.

Pemantauan dilakukan di sejumlah SPBU yang berlokasi di Kecamatan Benowo dan Kecamatan Asem Rowo, Surabaya, serta SPBU di Kecamatan Kebomas, Gresik.

BPH Migas dan PT Pertamina Patra Niaga terus melakukan langkah percepatan distribusi guna memastikan kebutuhan energi masyarakat, terutama sektor logistik, terpenuhi dengan baik.

Menurut Wahyudi, Surabaya dan Gresik merupakan wilayah penghubung utama yang memiliki aktivitas logistik cukup tinggi, terutama dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Tingginya lalu lintas kendaraan barang dan distribusi logistik menyebabkan kebutuhan BBM pada sejumlah SPBU meningkat.

"Angkutan barang yang datang dari pelabuhan, kapal-kapal yang merapat di Pelabuhan Tanjung Perak maupun di Gresik rata-rata intensitasnya terjadi kenaikan yang cukup signifikan mulai 22-26 Juni 2026. Titik SPBU yang menjadi perhatian berada di SPBU Tol Surabaya-Gempol Kilometer 26, SPBU Tambak Osowilangun, SPBU Tambak Langon, dan SPBU Kebomas Gresik," ungkapnya.

Untuk mengurai antrean, Pertamina Patra Niaga menerapkan sejumlah langkah, di antaranya penambahan operasional mobil tangki selama 24 jam, percepatan pengiriman BBM, serta penerapan skema reguler, alternative and emergency (RAE).

"Perlu kita cermati pada saat peak season tadi, Pertamina Patra Niaga ternyata sudah mengirimkan delivery order (DO) pengiriman BBM yang seharusnya akan dikirim hari ini, ternyata lebih cepat dua hari. Penambahan tersebut dari SPBU bisa mencapai 20 persen," sebutnya.

Untuk RAE, penyaluran BBM di Surabaya dibantu dari FT Tuban dan FT Madiun.

Sementara, FT Tuban disuplai IT Pengapon Semarang dan FT Madiun dipasok dari FT Boyolali. (end/ant)