INDONESIA BERKOMITMEN PERKUAT KEMITRAAN STRATEGIS DENGAN AUSTRALIA
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
02 July 2026
18243644
IQPlus, (2/7) - Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu menegaskan Indonesia berkomitmen terus memperkuat kemitraan strategis dengan Australia melalui peningkatan investasi berkualitas.
"Kedua negara memiliki ekonomi yang saling melengkapi, didukung oleh kerangka kerja sama IA-CEPA (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement) yang semakin matang," kata Wamen Todotua dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, Indonesia dan Australia berada pada momentum yang sangat tepat karena hubungan ekonomi kedua negara yang saling melengkapi.
Ia mengatakan melalui rangkaian kunjungan kerja, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan Australia melalui peningkatan investasi berkualitas.
Pertemuan dengan investor, dialog bersama pelaku usaha, serta partisipasi dalam Indonesia-Australia Business Summit 2026 diharapkan menjadi langkah konkret untuk mendorong realisasi investasi yang mendukung hilirisasi, pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, transisi energi, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi kedua negara.
"Kami mengundang investor Australia untuk menjadi bagian dari babak baru pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui investasi yang berorientasi pada hilirisasi, infrastruktur, ketahanan pangan, transisi energi, dan ekonomi hijau," ujarnya saat menjadi pembicara kunci dalam Indonesia-Australia Business Summit (IABS) for Indonesia Updates 2026 di Sydney, Australia, Selasa (30/6/2026).
Sementara itu Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyampaikan forum bisnis antara Indonesia dan Belarus membahas kerja sama ekonomi yang dapat mencapai sekitar 500 juta dolar AS dalam pertemuan yang diadakan beberapa hari sebelumnya.
Sugiono ketika ditemui wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, mengatakan pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden Belarus Alexandr Lukashenko pada Kamis hari ini merupakan tindak lanjut lawatan Presiden Prabowo ke Belarus pada 15 Juli 2025 yang menghasilkan komitmen memperluas kerja sama bilateral.
"Kalau saya tidak salah laporannya itu 500 juta (dolar AS) dan saya kira ini juga kedua Presiden sepakat bahwa angka-angka yang ada, baik di bidang perdagangan maupun investasi, merupakan angka-angka yang perlu peningkatan untuk kemajuan kedua negara," ujar Sugiono merujuk pada hasil forum bisnis yang diselenggarakan pada Selasa (30/6). (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
