BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

BI-TNI AL PENUHI KEBUTUHAN UANG RUPIAH LAYAK EDAR DI WILAYAH 3T

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

02 July 2026

18243145

IQPlus, (2/7) - Bank Indonesia (BI) bersama TNI Angkatan Laut (TNI AL) melaksanakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah layak edar di wilayah terdepan, terluar dan terpencil (3T) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (KPw BI Kepri) Rony Widijarto mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi BI dan TNI AL dalam menjaga kedaulatan negara melalui penyediaan uang rupiah di wilayah 3T.

"Ini merupakan wujud sinergi Bank Indonesia dan TNI AL. Amanat Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang Rupiah mengharuskan kami memastikan ketersediaan rupiah tanpa terkecuali, termasuk di wilayah 3T yang secara geografis menjadi tantangan," kata Rony di Batam, Kamis.

Ekspedisi yang berlangsung 2-8 Juli 2026 ini akan menjangkau lima pulau, yakni Pulau Tarempa di Kabupaten Kepulauan Anambas, Pulau Midai dan Pulau Subi Besar di Kabupaten Natuna, Pulau Tambelan di Kabupaten Bintan, serta Pulau Singkep di Kabupaten Lingga.

Pelaksanaan ERB 2026 di Kepri secara resmi ditandai dengan pelepasan KRI Beladau-643 dari Pelabuhan Batu Ampar, Batam.

Ia menjelaskan melalui ERB, masyarakat di pulau-pulau terluar dapat menukarkan uang lusuh atau kotor dengan uang layak edar dengan layanan kas keliling.

"ERB memastikan kebutuhan uang masyarakat di wilayah 3T tetap terpenuhi. Uang yang sudah lusuh diganti dengan uang layak edar sehingga kualitas rupiah yang beredar tetap terjaga," ujarnya.

Menurut Rony, pelaksanaan ERB di Kepri pada 2026 menjadi penyelenggaraan tahun ke-10 sejak program tersebut digelar di wilayah perbatasan itu.

"Tahun ini kami mengedarkan Rp14 miliar, meningkat dari tahun sebelumnya Rp13 miliar," kata dia.

Selain layanan penukaran uang, BI juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah sebagai upaya meningkatkan pemahaman pentingnya rupiah sebagai simbol kedaulatan negara. (end/ant)