BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    BIDIK PASAR FARMASI, CHAMPION PACIFIC TARGETKAN TUMBUH 9,69% PADA 2026

    Terbit Pada

    04 June 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 08-01-2026, 09:30:am

    15455974

    IQPlus, (4/6) - Produsen kemasan, PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR) secara resmi menetapkan target pertumbuhan kinerja perusahaan sebesar 9,69% untuk tahun buku 2026. Target optimistis ini dipasang dengan mempertimbangkan dinamika dan kondisi pasar di industri farmasi yang menjadi ceruk pasar utama perseroan.

    Rencana strategis tersebut disampaikan dalam materi Paparan Publik (Public Expose) Tahun Buku 2025 yang digelar secara hibrida pada Selasa, 9 Juni 2026. Untuk mencapai target pertumbuhan tersebut, manajemen emiten berkode saham IGAR ini telah menyiapkan dua langkah strategis utama.

    Pertama, perusahaan akan terus meningkatkan efisiensi operasional guna mendongkrak profitabilitas. Kedua, perseroan berkomitmen untuk mempertahankan sekaligus memperluas pangsa pasar, baik di sektor industri farmasi maupun non-farmasi.

    "Perusahaan telah menetapkan target pertumbuhan sebesar 9,69% di tahun 2026 dengan mempertimbangkan kondisi pasar industri farmasi," tulis manajemen dalam pemaparannya.

    Target pertumbuhan di tahun 2026 ini didukung oleh modal kinerja yang solid pada tahun buku sebelumnya. Sepanjang tahun 2025, PT Champion Pacific Indonesia Tbk berhasil mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp917,3 miliar. Angka ini tumbuh sebesar 5,54% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan raihan tahun 2024 yang bernilai Rp869,1 miliar.

    Lonjakan pendapatan tersebut utamanya didorong oleh performa kuat dari segmen kontrak pelanggan di industri farmasi yang melonjak 7,23% yoy menjadi Rp820,0 miliar. Sektor farmasi memang menjadi pilar bisnis utama perusahaan melalui dua entitas anaknya, yaitu PT Avesta Continental Pack di Bekasi dan PT Indogravure di Tangerang Selatan.

    Selain memasok industri kemasan obat, perseroan juga menggarap pasar barang konsumsi (consumer goods), kosmetik, hingga sektor pertanian. Seiring dengan kenaikan pendapatan dan realisasi program efisiensi biaya, kantong keuntungan perseroan pun ikut menebal. Laba kotor perusahaan pada tahun 2025 tercatat naik 4,70% yoy menjadi Rp137,2 miliar.

    Sementara itu, laba usaha melonjak signifikan sebesar 22,18% yoy menjadi Rp88,8 miliar dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp72,7 miliar. Pertumbuhan impresif ini mengalir pada laba komprehensif tahun berjalan 2025 yang melesat 18,7% atau bertambah sebesar Rp13,6 miliar menjadi Rp86,5 miliar. Dari sisi neraca keuangan per Desember 2025, emiten ini mencatatkan posisi kas dan setara kas yang likuid sebesar Rp461,8 miliar.

    Meskipun modal kerja bersih mengalami sedikit penyesuaian menjadi Rp694,7 miliar dari sebelumnya Rp723,6 micro , rasio laba terhadap ekuitas perusahaan (Return on Equity/ROE) justru menunjukkan peningkatan kualitas yang tajam menjadi 9,69%, berbanding 8,16% pada periode tahun 2024. (end)