BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    BI SIAGA HADAPI DAMPAK KONFLIK TIMUR TENGAH KE NILAI TUKAR

    Kategori

    Komoditi

    Terbit Pada

    04 March 2026

    06235186

    IQPlus, (4/3) - Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat meluasnya konflik di Timur Tengah.

    Deputy Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, mengatakan bank sentral akan tetap hadir di pasar guna meredam volatilitas dan memastikan pergerakan rupiah tetap terkendali.

    "Bank Indonesia akan terus hadir di pasar dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar untuk mencegah dampak dari meluasnya konflik Timur Tengah," ujar Destry dalam keterangan resminya.

    BI melakukan intervensi secara tegas dan konsisten melalui berbagai instrumen, antara lain transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

    Secara month to date (MTD), rupiah tercatat melemah 0,51 persen. Namun demikian, pergerakan tersebut dinilai masih sejalan dengan mata uang regional dan relatif lebih baik dibandingkan sejumlah negara kawasan.

    Dari sisi fundamental, BI melaporkan cadangan devisa Indonesia tetap kuat di level USD154,6 miliar pada akhir Januari 2026. Selain itu, arus masuk modal asing ke pasar keuangan domestik sepanjang 2026 tercatat sebesar Rp25,7 triliun.

    Bank sentral menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta mengoptimalkan bauran kebijakan guna menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.(end)