BANK INDONESIA PASTIKAN STABILITAS RUPIAH DI TENGAH GEJOLAK GEOPOLITIK GLOBAL
Share via
Kategori
Komoditi
Terbit Pada
05 May 2026
12449768
IQPlus, (5/5) - Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya tekanan global akibat eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah. BI memastikan akan terus hadir di pasar guna menjaga mekanisme pasar berjalan secara optimal dan nilai tukar rupiah tetap sesuai dengan fundamental ekonomi domestik.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menyampaikan bahwa pergerakan rupiah sejak awal konflik Timur Tengah hingga saat ini masih relatif sejalan dengan mayoritas mata uang negara berkembang (emerging markets).
Berdasarkan data BI, pelemahan sejumlah mata uang emerging markets tercatat terjadi secara luas, dengan Philippine Peso melemah 6,58%, Thailand Baht 5,04%, India Rupee 4,32%, Chile Peso 4,24%, Indonesia Rupiah 3,65%, serta Korea Won 2,29%.
Menurut Erwin, kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah lebih dipengaruhi oleh dinamika global dibanding faktor domestik, sehingga posisi rupiah dinilai masih kompetitif dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya.
Untuk menjaga stabilitas, BI akan terus mengoptimalkan strategi intervensi di pasar valuta asing melalui berbagai instrumen, termasuk transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Langkah tersebut dilakukan secara konsisten dan terukur guna meredam volatilitas pasar, menjaga kepercayaan investor, serta memastikan stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga di tengah tekanan eksternal yang berlanjut.
Bank Indonesia juga menegaskan akan terus memonitor perkembangan pasar global dan domestik serta siap mengambil langkah lanjutan yang diperlukan untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan ekonomi Indonesia. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
