BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    ASTRA INTERNATIONAL (ASII) SIAPKAN RP2 TRILIUN UNTUK BUYBACK SAHAM

    Terbit Pada

    16 March 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 11-02-2026, 04:10:pm

    07430041

    IQPlus, (16/3) - PT Astra International Tbk (Perseroan) mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham perusahaan dengan total nilai maksimal mencapai Rp2.000.000.000.000 (dua triliun Rupiah). Aksi korporasi ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham serta mendukung stabilitas pasar modal Indonesia di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

    Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan pada 13 Maret 2026, Perseroan menjadwalkan periode buyback akan berlangsung selama tiga bulan, terhitung mulai 16 Maret 2026 hingga 15 Juni 2026. Pelaksanaan aksi ini merujuk pada regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), khususnya POJK No. 13 Tahun 2023 dan POJK No. 29 Tahun 2023.

    Manajemen Astra International menegaskan bahwa pendanaan untuk buyback ini akan bersumber sepenuhnya dari dana internal perusahaan, bukan berasal dari pinjaman maupun dana hasil penawaran umum. Perseroan juga memastikan bahwa aksi ini tidak akan memberikan dampak negatif material terhadap kinerja keuangan maupun operasional perusahaan.

    "Perseroan berkeyakinan pelaksanaan pembelian kembali saham tidak akan memengaruhi kinerja operasional dan pendapatan, karena saat ini perusahaan memiliki modal dan arus kas yang cukup," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi tersebut.

    Adapun ketentuan dalam pelaksanaan buyback ini meliputi jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan. Perseroan juga tetap menjaga jumlah saham free float agar tidak kurang dari 7,5% setelah aksi korporasi selesai. Sementara itu, mekanisme transaksi buyback akan dilakukan secara bertahap atau penuh melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menunjuk satu perusahaan efek.

    Berdasarkan proforma laporan keuangan per 31 Desember 2025, pelaksanaan buyback dengan nilai maksimum diperkirakan akan menurunkan total aset dari Rp507,4 triliun menjadi Rp505,4 triliun. Sementara itu, laba bersih per saham (EPS) diprediksi akan mengalami penyesuaian dari Rp819 menjadi Rp810.

    Saham hasil pembelian kembali ini rencananya akan disimpan sebagai saham tresuri (treasury shares). Ke depannya, saham tersebut dapat dialihkan kembali dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan keperluan penambahan modal di masa mendatang. (end)