AMRT PASTIKAN KEHADIRAN KOPERASI DESA MERAH PUTIH BELUM BERDAMPAK MATERIAL
Share via
Terbit Pada
05 June 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 02-06-2026, 04:31:pm
15534781
IQPlus, (5/6) - Emiten pengelola jaringan ritel Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), memberikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait dampak peluncuran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) terhadap kelangsungan bisnis perseroan.
Melalui tanggapan tertulis, AMRT menegaskan bahwa hingga saat ini kehadiran koperasi tersebut belum memberikan dampak material, baik terhadap kinerja operasional maupun rantai pasok (supply chain) perusahaan. Penjelasan tersebut disampaikan oleh Corporate Secretary AMRT, Tomin Widian, melalui surat resmi nomor 042R/SAT/CS/06-2026 pada Jumat, 5 Juni 2026. Langkah ini dilakukan perseroan guna merespons surat dari pihak bursa perihal Permintaan Penjelasan Bursa yang dilayangkan sebelumnya pada Mei 2026.
Manajemen AMRT menyatakan bahwa mereka memandang kehadiran KDMP sebagai inisiatif yang baik dari pemerintah dalam memperkuat ekonomi pedesaan dan mewujudkan ketahanan pangan. Dari perspektif industri ritel modern, perusahaan menilai setiap pelaku usaha memiliki model bisnis, segmentasi, dan target pasar yang berbeda sehingga kehadiran KDMP justru dapat saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Perseroan juga mengonfirmasi tidak ada wilayah operasional atau toko tertentu yang secara material terdampak negatif oleh keberadaan koperasi tersebut. Sejalan dengan kondisi tersebut, AMRT memastikan bahwa sampai saat ini tidak ada penutupan gerai Alfamart yang diakibatkan oleh kehadiran KDMP, serta belum ada komunikasi atau penjajakan kerja sama strategis di antara kedua belah pihak.
Untuk mengantisipasi persaingan dan menjaga pertumbuhan toko di area rural atau pedesaan, AMRT telah menyiapkan strategi mitigasi yang berfokus pada pelayanan pelanggan. Strategi tersebut diterapkan melalui pemenuhan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen setempat, penentuan harga yang kompetitif, serta pembuatan program promosi yang relevan.
Di sisi lain, perusahaan tetap optimistis terhadap peluang pertumbuhan pasar ritel nasional jangka menengah, khususnya di wilayah-wilayah yang belum terlayani secara optimal. Untuk jangka panjang, pemilik jaringan Alfamart ini berkomitmen memperkuat posisinya sebagai perusahaan ritel melalui strategi pertumbuhan berkelanjutan, seperti digitalisasi layanan dan ekspansi usaha di tingkat regional. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
