AMMAN RAIH PREDIKAT PROPER HIJAU 2026
Share via
Terbit Pada
09 April 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 16-03-2026, 04:31:pm
09848930
IQPlus, (9/4) - PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia, baru-baru ini meraih Predikat PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia. Predikat ini diberikan atas komitmen AMMAN yang melampaui standar kepatuhan biasa (beyond compliance) dalam pengelolaan lingkungan, dan pengembangan serta pemberdayaan masyarakat lokal. Apresiasi atas pencapaian ini dikukuhkan dalam acara "Anugerah Lingkungan PROPER" yaitu penghargaan resmi yang diselenggarakan oleh KLH pada 7 April 2026 di Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan apresiasi kepada perusahaan yang telah mendedikasikan berbagai upaya dalam memperkuat ketahanan lingkungan nasional.
"Pencapaian ini diharapkan tidak hanya menjadi sebuah penghargaan, tetapi juga menjadi momentum untuk semakin meningkatkan kualitas ketaatan terhadap lingkungan hidup secara berkelanjutan. Penting untuk diingat bahwa instrumen PROPER ini bukan sekadar penilaian teknis, melainkan sebuah bentuk kepercayaan dan kedaulatan negara yang harus kita jaga bersama demi mendorong kinerja industri yang lebih hijau dan bertanggung jawab," ujar Hanif.
Menegaskan komitmen perusahaan terhadap praktik operasional yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, Kartika Octaviana, Vice President Corporate Communications AMMAN menyampaikan bahwa raihan PROPER Hijau ini mencerminkan nilai-nilai yang dijalankan secara konsisten di seluruh aktivitas operasional.
"Pencapaian PROPER Hijau ini adalah manifestasi atas integritas AMMAN dalam menerapkan praktik operasional yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Kami meyakini bahwa keberlanjutan merupakan investasi strategis jangka panjang. Oleh karena itu, komitmen kami tidak berhenti pada pemenuhan kepatuhan, tetapi terus mendorong inovasi untuk menciptakan dampak positif yang terukur bagi lingkungan dan masyarakat di wilayah operasional kami," imbuh Kartika.
Beragam Inovasi Mulai dari Efisiensi Energi Hingga Pemanfaatan Limbah
Salah satu pilar utama yang mengantarkan AMMAN meraih predikat PROPER Hijau adalah implementasi berbagai inisiatif efisiensi energi. AMMAN mengembangkan penggunaan energi terbarukan, yaitu dengan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 26,8 megawatt peak (MWp), pembangkit listrik tenaga surya ground-mounted terbesar di Indonesia untuk operasional pertambangan sampai saat ini. Langkah ini diperkuat dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) berkapasitas 450 MW. Penggunaan PLTGU sebagai bagian dari fase transisi energi akan menurunkan intensitas emisi dibandingkan pembangkit berbasis batu bara.
Tidak hanya inisiatif yang melibatkan investasi modal tinggi, AMMAN juga menggali berbagai upaya inovasi dari operasional yang bersifat rutin. Salah satunya adalah dengan penggantian liner SAG Mill untuk menurunkan intensitas energi pada proses pengolahan bijih, yang pertama kali diimplementasikan pada sektor industri pertambangan.
Tak berhenti di situ, AMMAN juga melahirkan inovasi dalam hal pengelolaan limbah. Salah satu limbah non B-3 yang perlu dikelola dengan cermat oleh AMMAN adalah limbah kardus bekas. Kardus berbahan selulosa yang sebelumnya hanya dikirim ke pihak ketiga, kini dapat dimanfaatkan kembali. Kardus bekas bisa menjadi solusi mulsa organik untuk reklamasi, dengan harga yang lebih ekonomis, mudah diperoleh, sekaligus menjadi solusi mengurangi limbah. Inovasi ini merupakan salah satu penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) secara sirkular.
Program Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Tidak hanya di dalam wilayah operasional, AMMAN juga menerapkan upaya pelestarian lingkungan di wilayah sekitar dengan mengelola kawasan konservasi dan ekosistem pesisir di delapan pulau di barat laut Pulau Sumbawa, yaitu Gili Balu. Program restorasi ekosistem laut yang dilakukan antara lain terumbu karang buatan, konservasi penyu, pemantauan keanekaragaman hayati bawah laut, serta pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Tidak terbatas pada program pesisir, program pemberdayaan masyarakat yang diterapkan oleh AMMAN juga berporos pada upaya penciptaan nilai yang berkelanjutan. Di Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, lebih dari 125 keluarga terlibat aktif mengolah sampah organik menjadi produk bernilai jual. Hingga tahun 2025, puluhan ribu kilogram sampah telah berhasil dikelola, menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat sekaligus mengubah perilaku dalam menjaga bumi.
Di sisi lain, program persemaian berbasis masyarakat (community nursery), warga lokal berperan langsung dalam menyediakan bibit untuk kebutuhan reklamasi. Inisiatif ini membuktikan bahwa pemulihan alam dapat menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi warga sekitar.
Dengan capaian ini, AMMAN menegaskan komitmennya untuk terus melampaui standar kepatuhan dan berperan aktif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat Indonesia. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
