AIRLANGGA SEBUT PERANG AS-IRAN BERPOTENSI PICU KENAIKAN BBM
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
02 March 2026
06051484
IQPlus, (2/3) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berpotensi memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.
Dampak tersebut terutama dipicu oleh terganggunya pasokan minyak global akibat penutupan Selat Hormuz.
Penutupan jalur penting itu dinilai dapat mengerek harga minyak mentah global yang pada akhirnya berimbas pada harga energi di berbagai negara, termasuk Indonesia.
"Otomatis (BBM) akan naik, sama seperti saat perang Ukraina, kan naik. Tetapi, kali ini suplai dari Amerika juga akan meningkat, dan OPEC juga meningkatkan kapasitasnya," kata Airlangga saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin.
Menurutnya, tekanan harga masih bisa tertahan karena suplai minyak dari AS meningkat serta Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) turut menambah kapasitas produksi.
Pemerintah memiliki antisipasi potensi gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah setelah menjalin nota kesepahaman (MoU) untuk memperoleh suplai minyak dari luar kawasan tersebut.
Sementara itu Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim meminta kepada pemerintah mengantisipasi dampak penutupan Selat Hormuz bagi Indonesia sebagai dampak dari perang Iran melawan AS dan Israel membuat Iran menutup Selat Hormuz.
Dia menilai penutupan Selat Hormuz dan pembatasan kapal komersial di kawasan tersebut berpotensi mengganggu jalur perdagangan global serta memicu kenaikan biaya logistik dalam waktu dekat.
"Selat Hormuz merupakan jalur strategis perdagangan global yang menjadi pintu keluar-masuk utama minyak dan komoditas dari kawasan Teluk yang artinya gangguan di jalur ini tidak hanya mempengaruhi perdagangan internasional," kata Chusnunia dalam keterangan di Jakarta, Senin. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
