ESKALASI AS-IRAN BERPOTENSI PENGARUHI SEKTOR ENERGI DAN MANUFAKTUR
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
02 March 2026
06058354
IQPlus, (2/3) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut eskalasi antara Amerika Serikat dan Iran dinilai berpotensi menekan sejumlah sektor perdagangan Indonesia, terutama yang berkaitan langsung dengan energi dan biaya logistik.
Budi menyebut dampak terbesar akan terasa apabila terjadi gangguan distribusi minyak global, termasuk kemungkinan penutupan Selat Hormuz. Menurutnya, sektor energi akan menjadi yang paling awal terdampak.
"Bahan bakar pasti akan naik ya, kalau itu memang benar-benar terjadi (potensi penutupan Selat Hormuz). Mudah-mudahan nggak ya," kata Budi di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan sektor manufaktur menjadi salah satu yang paling rentan. Indonesia pengolahan yang bergantung pada energi untuk proses produksi akan menghadapi kenaikan biaya operasional.
Selain itu, ongkos produksi yang meningkat dinilai berisiko menekan margin usaha atau mendorong kenaikan harga barang. Kondisi ini berpotensi menurunkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Lebih lanjut, sektor ekspor akan menghadapi tekanan ganda, yakni kenaikan biaya produksi dan pelemahan permintaan global akibat ketidakpastian ekonomi.
"Ekspor kita juga pasti cost-nya menjadi naik. Artinya, kita dan negara lain juga semua terdampak. Negara lain yang butuh bahan baku juga terdampak, yang barang menjadi juga terdampak," ujarnya.
Untuk menghadapi risiko tersebut, kata Budi, pemerintah menekankan pentingnya menjaga sektor perdagangan dalam negeri. Konsumsi domestik yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi dinilai sebagai bantalan untuk menghadapi gejolak global.
Pemerintah akan memaksimalkan stimulus dan mendorong kolaborasi dengan swasta untuk menjaga daya beli masyarakat, sehingga sektor perdagangan domestik tetap bergerak meski tekanan global meningkat.
Selanjutnya, pemerintah juga fokus pada penguatan pasar dalam negeri dan diversifikasi ekspor. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
