BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    BATAVIA PROSPERINDO TRANS (BPTR) RAIH FASILITAS KREDIT RP698 MILIAR DARI BANK MANDIRI

    Terbit Pada

    02 March 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 21-11-2025, 05:20:pm

    06057734

    IQPlus, (2/3) - Emiten jasa transportasi, PT Batavia Prosperindo Trans Tbk. (BPTR), secara resmi mengumumkan perolehan fasilitas kredit investasi dan modal kerja dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan total nilai mencapai lebih dari Rp698 miliar. Langkah strategis ini dilakukan guna mendukung ekspansi bisnis melalui pengadaan kendaraan operasional baru.

    Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan Perseroan, total fasilitas kredit yang diterima terbagi dalam dua skema utama, yakni Kredit Investasi senilai Rp644.178.000.000 yang diprioritaskan untuk pembelian kendaraan guna menunjang kegiatan usaha utama, serta fasilitas Modal Kerja dan Term Loan sebesar Rp54.000.000.000 yang akan digunakan sebagai tambahan modal kerja untuk mendukung operasional perusahaan.

    Perjanjian kredit ini telah ditandatangani pada 26 Februari 2026 dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 7,5% per tahun untuk jangka waktu satu hingga lima tahun.

    Transaksi Material Tanpa RUPS

    Manajemen BPTR menjelaskan bahwa nilai transaksi ini masuk dalam kategori transaksi material karena nilainya melebihi 20% dari ekuitas perusahaan. Mengacu pada Laporan Keuangan Tahunan 2024, total ekuitas BPTR tercatat sebesar Rp559,79 miliar.

    Meski nilai pinjaman tersebut mencakup lebih dari 50% ekuitas, Perseroan menegaskan bahwa sesuai dengan regulasi POJK Nomor 17/POJK.04/20 Pasal 11, transaksi ini tidak wajib menggunakan penilai independen maupun persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Hal ini dikarenakan transaksi merupakan pinjaman yang diterima secara langsung dari bank.

    Jaminan dan Mitigasi Risiko

    Sebagai jaminan atas fasilitas kredit investasi, BPTR menjaminkan kendaraan yang dibiayai dengan ikatan fidusia minimal 125% dari limit fasilitas atau setara Rp821,6 miliar. Sementara untuk modal kerja, jaminan berupa piutang usaha senilai Rp47 miliar.

    Terkait risiko, manajemen mengakui adanya potensi risiko gagal bayar atau keterlambatan. Namun, Perseroan optimis risiko tersebut dapat diminimalisir.

    "Risiko ini kecil kemungkinan terjadi dikarenakan pembayaran angsuran fasilitas kredit diambil dari pembayaran uang sewa dari pelanggan," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi tersebut.

    Dampak Terhadap Kinerja Keuangan

    Transaksi ini diproyeksikan akan meningkatkan total aset sekaligus liabilitas Perseroan. Namun, peningkatan aset berupa armada kendaraan baru diharapkan mampu memicu pertumbuhan penjualan di masa depan dan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan secara keseluruhan. (end)