BCA Sekuritas

bonds

Fixed Income Daily Notes 31 Maret 2026

Company

Fixed Income

Published On

31 March 2026 - 08.00am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 31 Maret 2026

View

Latest update: 01-07-2026, 17:48

Americas

Aktivitas manufaktur Texas melemah, sementara harga gas alam AS turun. Indeks aktivitas bisnis Dallas Fed turun ke ‑0,2 pada Maret 2026, menandakan stagnasi, dengan prospek perusahaan berbalik negatif dan ketidakpastian melonjak. Meski demikian, pelaku manufaktur masih memperkirakan aktivitas meningkat enam bulan ke depan. Di sisi lain, harga gas alam AS turun lebih dari 5% ke USD2,866 per MMBtu akibat proyeksi cuaca hangat yang menekan permintaan dan mendorong ekspektasi surplus persediaan. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah tetap tinggi, namun harga gas AS stabil berkat produksi kuat dan stok yang cukup.

Yield Treasury paska pernyataan Jerome Powell. Imbal hasil US Treasury 10 tahun melemah ke 4,34% seiring eskalasi Timur Tengah menekan prospek ekonomi dan menurunkan peluang kenaikan suku bunga Fed 2026 menjadi sekitar 20%. Di saat yang sama, Ketua Fed Jerome Powell menegaskan bahwa ekspektasi inflasi jangka panjang AS tetap terjangkar meski ketidakpastian meningkat akibat konflik, dan menilai sikap kebijakan The Fed saat ini cukup fleksibel untuk memberi ruang bagi bank sentral menilai dampak ekonomi dari perang Iran sebelum menentukan langkah selanjutnya.

 

Europe

Sentimen konsumen dan keyakinan ekonomi Zona Euro melemah. Keyakinan konsumen Zona Euro dikonfirmasi turun ke ‑16,3 pada Maret 2026, terendah sejak 2023, seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat konflik Timur Tengah yang membuat rumah tangga lebih pesimistis terhadap kondisi ekonomi dan keuangan masa depan. Indeks ESI juga turun ke 96,6 dari 98,2, dipicu lonjakan ekspektasi inflasi ke level tertinggi sejak 2022.

  

Yield obligasi Eropa melonjak di tengah repricing agresif kebijakan ECB. Yield gilt Inggris 10 tahun bertahan dekat 4,9%, sementara BTP Italia dan OAT Prancis masing‑masing berada sekitar 4% dan 3,8%, bersama Bund Jerman di kisaran 3,1%, seluruhnya naik signifikan sepanjang Maret akibat meningkatnya risiko geopolitik dan harga energi. Data inflasi Jerman–Spanyol yang lebih panas serta survei sentimen Zona Euro yang melemah mendorong pasar yang kini memperkirakan minimal dua kenaikan suku bunga ECB pada 2026.

Asia

Inflasi inti Tokyo turun tipis, sementara produksi industri Jepang melemah. Inflasi inti di pusat Tokyo naik 1,7% YoY pada Maret 2026, sedikit lebih rendah dari 1,8% sebelumnya dan tetap di bawah target 2% BOJ seiring perlambatan harga makanan. Tekanan kebijakan tetap terbatas meski harga minyak global tinggi. Produksi industri Jepang turun 2,1% MoM di Februari, berbalik dari kenaikan 4,3%, terutama karena penurunan output kendaraan, logam, dan komponen elektronik, sementara secara tahunan output masih naik 0,3% YoY.

Yield Australia dan Jepang naik. Yield obligasi Australia 10 tahun bertahan di atas 5% karena lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah Pasar menunggu risalah pertemuan RBA setelah voting ketat untuk menaikkan suku bunga ke 4,1% di tengah kekhawatiran konsumsi melemah akibat biaya energi dan suku bunga tinggi. Di Jepang, yield JGB 10 tahun turun tipis ke sekitar 2,36% namun tetap dekat level tertinggi sejak 1999, sejalan ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ setelah inflasi terdorong minyak dan yen melemah tajam, sementara ringkasan pertemuan BOJ menunjukkan kecenderungan lebih hawkish.

BOJ tetap hawkish, yen menguat usai peringatan intervensi. BOJ menilai kenaikan suku bunga lanjutan masih memungkinkan seiring perbaikan ekonomi dan inflasi, meski ketidakpastian konflik Timur Tengah membuat bank sentral menahan langkah pada pertemuan terakhir. Prospek pengetatan akan bergantung pada tren upah, inflasi, dan risiko geopolitik. Yen kemudian menguat setelah otoritas Jepang memperingatkan aktivitas spekulatif dan menegaskan kesiapan untuk intervensi setelah pelemahan yen akibat lonjakan harga minyak dan risiko impor yang meningkat.