Latest update: 01-07-2026, 17:47
Americas
Sentimen konsumen AS membaik di Juni meski masih lemah. Indeks kepercayaan konsumen University of Michigan direvisi naik ke 49,5 pada Juni 2026 dari 48,9 sebelumnya dan meningkat dari 44,8 di Mei, didorong penurunan harga bensin serta meredanya kekhawatiran terkait konflik Iran. Komponen ekspektasi naik ke 50,7 (tertinggi dalam tiga bulan), sementara kondisi saat ini justru direvisi turun ke 47,7, mencerminkan tekanan biaya hidup yang masih membebani. Di sisi inflasi, ekspektasi 1 tahun turun tipis ke 4,6% dari 4,8%, sedangkan ekspektasi jangka panjang turun lebih lanjut ke 3,3% dari 3,9%.
Harga minyak pulih ke kisaran USD70 per barel di tengah meredanya tensi AS–Iran. Harga crude oil naik kembali ke sekitar USD70 per barel pada Senin setelah sempat menyentuh level terendah empat bulan, didorong oleh rangkaian aksi balasan antara AS dan Iran di Selat Hormuz sebelum kedua pihak sepakat menahan eskalasi menjelang pembicaraan damai pekan ini. Negosiasi yang dijadwalkan berlangsung di Doha turut menopang sentimen, sementara aktivitas pelayaran mulai meningkat pasca kesepakatan sementara, meski pelaku pasar masih berhati-hati karena banyak kapal tetap tertahan di kawasan Teluk Persia.
Yield UST 10 tahun stabil di 4,39% pasca data inflasi sesuai ekspektasi. Imbal hasil UST tenor 10 tahun relatif stagnan di 4,39% pada Jumat dan turun 7 bps dalam sepekan, setelah rilis PCE menunjukkan inflasi sesuai perkiraan sehingga pasar sedikit mengoreksi ekspektasi kenaikan suku bunga Fed. Inflasi PCE tercatat di 4,1% sementara core di 3,4%—level tertinggi sejak 2023 dan masih jauh di atas target 2%, dengan pasar kini tetap mem-price in tiga kali kenaikan suku bunga tahun ini serta probabilitas kenaikan pertama di September.
Europe
Ekspektasi inflasi Zona Euro turun meski risiko tekanan harga masih terjaga. Harapan inflasi konsumen Zona Euro untuk 12 bulan ke depan menurun ke 3,5% pada Mei 2026 dari 4,0% sebelumnya, mencerminkan mulai meredanya tekanan harga meski ketidakpastian masih tinggi, dengan ekspektasi jangka panjang relatif stabil dan proyeksi pertumbuhan membaik. Namun, ECB melalui Isabel Schnabel menekankan risiko inflasi tetap condong ke atas akibat potensi guncangan energi dan kenaikan harga di berbagai sektor, sehingga membuka ruang hawkish guna memastikan inflasi kembali ke target 2%.
Yield Bund Jerman turun ke 2,84% seiring ekspektasi pengetatan ECB mereda. Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman tenor 10 tahun bergerak di kisaran 2,84% mendekati level terendah tiga bulan, ditekan data ekonomi yang melemah serta pernyataan ECB yang menurunkan urgensi pengetatan lanjutan. Presiden ECB Christine Lagarde menilai tekanan inflasi masih menuju target dalam jangka menengah sehingga pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga tambahan, meski masih memperkirakan setidaknya satu kenaikan 25 bps tahun.
Asia
Retail Jepang melonjak sementara profit industri China tetap kuat didorong AI. Penjualan ritel Jepang tumbuh 5,3% YoY pada Mei 2026, meningkat dari 2,8% bulan sebelumnya dan melampaui ekspektasi, didukung stimulus pemerintah serta kenaikan kuat pada sektor otomotif dan barang modal, meski secara MoM pertumbuhan moderat ke 1,9%. Di China, laba industri meningkat 18,8% YoY menjadi CNY3,14 triliun dalam periode Jan–Mei, ditopang investasi AI dan dukungan kebijakan pada sektor manufaktur.
Yield obligasi Jepang dan Australia melemah di tengah dinamika kebijakan global. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun turun ke sekitar 2,61% meski inflasi mulai meningkat, dengan ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ tetap terjaga seiring sinyal hawkish dari pembuat kebijakan, sementara penurunan juga mengikuti tren UST pasca data inflasi AS yang moderat. Di Australia, yield 10 tahun turun ke kisaran 4,7% mendekati level terendah empat bulan, dipicu penurunan harga minyak dan perbedaan arah kebijakan dengan AS meski data tenaga kerja masih solid.
