BCA Sekuritas

bonds

Fixed Income Daily Notes 23 April 2026

Company

Fixed Income

Published On

23 April 2026 - 08.28am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 23 April 2026

View

Latest update: 01-07-2026, 17:47

Americas

Gedung Putih dukung Powell tetap pimpin The Fed sementara. Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih Kevin Hassett menyatakan dukungan terhadap rencana Jerome Powell untuk tetap memimpin Federal Reserve sebagai ketua sementara jika penggantinya belum dikonfirmasi Senat saat masa jabatannya berakhir pada Mei. Dukungan ini muncul di tengah proses nominasi Kevin Warsh yang masih tersendat di Komite Perbankan Senat akibat penahanan suara oleh Senator Thom Tillis, terkait tuntutannya atas penghentian penyelidikan Departemen Kehakiman soal renovasi gedung The Fed.

UST yield bergerak stabil di tengah sikap The Fed. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun bertahan di sekitar 4,3% seiring pelaku pasar mencermati perkembangan terbaru di Timur Tengah, setelah Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran. Di sisi lain, pasar mencermati sikap calon pimpinan The Fed Kevin Warsh yang menegaskan independensi bank sentral dan mendorong reformasi kebijakan, dinilai lebih hawkish dari ekspektasi.

 

Europe

Kepercayaan konsumen Zona Euro turun tajam. Sentimen konsumen Zona Euro merosot ke -20,6 pada April 2026, terendah sejak akhir 2022, akibat meningkatnya kehati‑hatian rumah tangga di tengah ketegangan geopolitik, gangguan pasokan, dan tekanan harga energi yang menekan daya beli.

Inflasi Inggris naik, tekanan energi masih dominan. Inflasi Inggris menguat ke 3,3% pada Maret 2026, tertinggi dalam tiga bulan, terutama dipicu lonjakan harga energi dan biaya transportasi akibat perang Iran, sementara tekanan harga juga terlihat pada perumahan dan jasa. Dari sisi produsen, harga pabrik ikut meningkat seiring naiknya biaya minyak dan energi global, hal ini memberi tantangan berkelanjutan bagi arah kebijakan moneter ke depan.

Yield obligasi Eropa melemah tipis, ekspektasi pengetatan makin moderat. Imbal hasil gilt Inggris dan Bund Jerman turun terbatas seiring pasar merespons perpanjangan gencatan senjata AS–Iran dan pelemahan harga minyak, meski tekanan inflasi—terutama di Inggris—masih membuat yield bertahan dekat level tertinggi multi‑tahun. Investor memangkas tipis ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of England dan ECB, namun pasar tetap memperkirakan sekitar dua kali pengetatan tahun ini di tengah ketidakpastian geopolitik yang berlanjut.

Asia

Pertumbuhan Korea Selatan positif, kepercayaan konsumen justru melemah. Ekonomi Korea Selatan mencatat pemulihan kuat pada kuartal I‑2026 dengan pertumbuhan 1,7% QoQ dan 3,6% YoY, tertinggi sejak 2021, didorong ekspor berbasis IT serta konsumsi dan investasi yang solid. Namun, sentimen konsumen anjlok tajam pada April ke 99,2, pertama kali di bawah level netral sejak awal 2025, mencerminkan kekhawatiran terhadap tekanan harga energi.

Manufaktur Australia kembali ekspansi tipis pada April 2026. PMI Manufaktur Australia naik ke 51,0 dan PMI Komposit ke 50,1, menandakan pemulihan yang sangat terbatas setelah kontraksi bulan sebelumnya, dengan dukungan utama datang dari rebound aktivitas sektor jasa. Namun, permintaan masih rapuh dengan bisnis baru terus menurun, sementara gangguan rantai pasok akibat konflik Timur Tengah memperpanjang waktu pengiriman dan mendorong inflasi biaya input ke level tertinggi hampir empat tahun.

Yield obligasi Asia bergerak terbatas di tengah ketidakpastian global. Imbal hasil obligasi Jepang, China, dan Australia cenderung bergerak mendatar seiring pasar menunggu arah kebijakan bank sentral masing‑masing dan mencermati eskalasi konflik Timur Tengah. Jepang dan China diuntungkan oleh likuiditas yang longgar dan sikap kebijakan yang masih akomodatif, sementara Australia tetap menunjukkan bias hawkish karena pasar tenaga kerja yang ketat, dengan risiko geopolitik dari Timur Tengah tetap menjadi faktor utama volatilitas kawasan.