Latest update: 01-07-2026, 17:48
Americas
Aktivitas manufaktur AS menguat disertai lonjakan tekanan harga. ISM Manufacturing PMI AS naik ke 52,7 pada Maret 2026, tertinggi sejak Agustus 2022, didorong percepatan produksi meski pesanan baru melambat dan tenaga kerja masih kontraksi. S&P Global PMI juga bertahan ekspansif di 52,3, dengan output dan permintaan domestik solid, namun penjualan ekspor melemah, waktu pengiriman pemasok makin memburuk, serta inflasi input dan harga jual terus meningkat, membuat sentimen bisnis sedikit tertekan.
Harga WTI turun ke bawah USD100 seiring harapan gencatan senjata Iran. Harga minyak WTI ditutup turun ke USD99,60 per barel pada Rabu, tertekan meningkatnya optimisme de‑eskalasi setelah Presiden AS Donald Trump menyebut pasukan AS berpeluang meninggalkan kawasan dalam dua hingga tiga pekan dan Presiden Iran mengajukan permintaan gencatan senjata. Meski demikian, Gedung Putih menegaskan gencatan baru dipertimbangkan jika Selat Hormuz aman kembali.
Yield Treasury stabil, dolar melemah. Imbal hasil US Treasury 10 tahun bertahan di sekitar 4,31% di awal April setelah kenaikan tajam sepanjang Maret, seiring pasar menimbang sinyal awal potensi de‑eskalasi konflik AS–Iran yang turut menekan harga minyak. Meski ketidakpastian geopolitik masih tinggi, data ekonomi AS yang solid—termasuk penambahan tenaga kerja swasta dan kenaikan penjualan ritel—menjaga sentimen terhadap pertumbuhan. Di sisi lain, indeks dolar melemah ke 99,5 dari level tertinggi terbaru, mencerminkan meredanya permintaan aset safe‑haven
Europe
PMI manufaktur Zona Euro menguat, pengangguran naik tipis. S&P Global Manufacturing PMI Zona Euro naik ke 51,6 pada Maret 2026, level ekspansi terkuat sejak Juni 2022, didorong kenaikan output dan stabilnya pesanan ekspor meski gangguan rantai pasok akibat konflik Timur Tengah menekan sentimen dan tenaga kerja. Tekanan biaya juga meningkat, tercermin dari lonjakan inflasi input dan harga jual pabrik tercepat dalam lebih dari tiga tahun. Di sisi lain, tingkat pengangguran Zona Euro naik tipis ke 6,2% pada Februari dari rekor terendah 6,1%, dengan jumlah penganggur bertambah 93 ribu.
Yield Eropa turun seiring meredanya ekspektasi pengetatan ECB. Yield OAT Prancis, BTP Italia, dan Bund Jerman masing‑masing turun ke sekitar 3,6%, 3,8%, dan 2,96% setelah muncul harapan konflik Iran dapat segera mereda, yang menurunkan kekhawatiran lonjakan harga energi dan pengetatan agresif ECB. Pasar kini memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga ECB menjadi dua kali hingga akhir tahun, dari sebelumnya tiga kali. Di Italia, tingkat pengangguran naik tipis ke 5,3% pada Februari, dengan penurunan jumlah pekerja dan kenaikan penganggur, meski pengangguran usia muda justru turun ke rekor terendah 17,6%.
Asia
Inflasi Korea Selatan naik tipis, surplus dagang Australia melebar tajam. Inflasi konsumen Korea Selatan meningkat ke 2,2% YoY pada Maret 2026, tertinggi dalam tiga bulan dan sedikit di atas target Bank of Korea, di tengah tekanan biaya energi akibat konflik Iran, meski inflasi inti melunak tipis ke 2,2%. Sementara itu, surplus dagang Australia melonjak ke AUD5,69 miliar pada Februari, tertinggi sejak Juli 2025, didorong pemulihan ekspor 4,9% MoM—terutama komoditas pertanian—serta penurunan impor 3,2% yang mencerminkan melemahnya permintaan domestik dan ketidakpastian perdagangan global.
Yield Jepang dan Australia turun seiring harapan de-eskalasi di Timur Tengah. Yield JGB Jepang 10 tahun turun ke sekitar 2,30%, turun tiga hari berturut‑turut mengikuti pelemahan Treasury AS seiring kekhawatiran dampak konflik Timur Tengah terhadap pertumbuhan global, meski Powell menegaskan ekspektasi inflasi jangka panjang masih terjaga dan muncul harapan de‑eskalasi setelah AS memberi sinyal penarikan pasukan.
