Latest update: 01-07-2026, 16:02
Americas
Inflasi AS melandai ke 2,7% di Desember, di bawah ekspektasi. Inflasi tahunan AS turun ke 2,7% pada Desember 2025, level terendah sejak Juli dan di bawah perkiraan 3,1%, sementara inflasi inti melemah ke 2,6%—terendah sejak Maret 2021. Kenaikan harga energi mencapai 4,2% dengan lonjakan fuel oil 11,3% dan gas alam 9,1%, sementara makanan naik 2,6% dan shelter meningkat 3%. Kategori seperti medical care, household furnishings, recreation, serta used cars juga mencatat kenaikan moderat. Data inflasi periode ini dihimpit oleh distorsi besar akibat shutdown pemerintah AS selama 43 hari yang membuat BLS tidak mengumpulkan data Oktober dan tidak merilis data bulanan November. BLS mencatat CPI hanya naik 0,2% selama dua bulan dari September hingga November, sehingga gambaran tren harga tetap tidak sepenuhnya jelas meski tekanan inflasi secara tahunan terlihat terus mereda.
Yield UST 10 tahun turun ke 4,14%, emas ATH. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun melemah ke sekitar 4,14% pada Kamis, mendekati level terendah dua minggu, setelah inflasi AS November yang berada di 2,7% YoY dan inti 2,6%, terendah sejak 2021. Indeks dolar turut melemah ke 98,3 karena laporan inflasi yang lebih jinak, meskipun ketidakpastian kebijakan masih tinggi menyusul peringatan Powell bahwa angka CPI kemungkinan terpengaruh shutdown pemerintah serta perbedaan pandangan internal setelah penurunan suku bunga ketiga berturut‑turut. Patut diketahui harga emas mencetak rekor ke level USD4.370/ounce seiring data inflasi AS yang di bawah ekspektasi.
Europe
ECB tahan suku bunga, sementara BOE mulai longgarkan kebijakan. European Central Bank (ECB) mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan Desember 2025 dan tetap menekankan pendekatan berbasis data di tengah prospek ekonomi yang masih penuh ketidakpastian, dengan proyeksi pertumbuhan dan inflasi 2025–2028 bergerak stabil di sekitar 1,4% dan 2%. Sebaliknya, Bank of England (BOE) memangkas suku bunga 25 bps ke 3,75% setelah inflasi Inggris melunak ke 3,2% dan ekonomi menunjukkan tanda pelemahan, meski voting yang ketat membuat pasar lebih berhati‑hati menilai peluang pemangkasan lanjutan.
Bund yield naik sementara gilt melemah setelah keputusan ECB dan BOE. Imbal hasil Bund Jerman tenor 10 tahun sempat menyentuh 2,89%, tertinggi sejak Maret 2025, dipicu keputusan ECB yang menahan suku bunga serta proyeksi baru yang menunjukkan inflasi kembali ke target 2% pada 2028. Kekhawatiran fiskal turut menekan yield setelah Jerman mengesahkan anggaran 2026 dengan rencana penerbitan obligasi rekor EUR512 miliar. Di Inggris, yield gilt 10 tahun turun tipis ke bawah 4,49% setelah BOE memangkas suku bunga 25 bps, namun komposisi voting yang ketat membuat pasar menahan ekspektasi pelonggaran lebih lanjut.
Asia
Inflasi Jepang melandai tipis namun tetap di atas target. Inflasi tahunan Jepang turun sedikit ke 2,9% pada November 2025 dari 3,0% bulan sebelumnya, sementara inflasi inti stabil di 3,0% YoY, masih jauh di atas target 2% BOJ untuk bulan ke‑44 berturut‑turut. Secara bulanan, CPI naik 0,4%, sama seperti Oktober. Tekanan harga yang tetap tinggi membuat pasar memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 0,75% pada Jumat, dengan kemungkinan kenaikan lanjutan menuju 1% pada Juli tahun depan.
Yield JGB 10 tahun tembus 1,97%. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik melewati 1,97%, level tertinggi sejak 2007, dipicu kekhawatiran atas prospek fiskal yang memburuk setelah PM Sanae Takaichi mendorong stimulus agresif untuk mendukung pertumbuhan dan penerimaan pajak. Pasar juga menantikan keputusan BOJ yang membuka pertemuan dua hari dan diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan 25 bps ke 0,75% seiring inflasi yang bertahan di atas target 2% akibat tingginya harga pangan. Investor akan mencermati pernyataan Gubernur Ueda sebagai panduan arah kebijakan 2026, di tengah spekulasi suku bunga dapat mendekati 1% pada Juli tahun depan.
