Latest update: 28-08-2026, 21:51
Americas
Inflasi produsen AS melandai. Producer Price Index (PPI) AS tercatat flat pada Juli 2026 (0,1% ; cons: 0,2%). Perlambatan terutama didorong oleh penurunan harga energi dan pangan, sementara tekanan harga jasa juga meningkat lebih moderat dibanding bulan sebelumnya. Secara tahunan, PPI turun menjadi 4,7% dari 5,5% pada Juni, sedangkan inflasi inti produsen berada di 4,2%. Data ini memperkuat pandangan bahwa tekanan inflasi belum kembali meningkat secara luas yang menjadikan ekspektasi hawkish mereda.
Harga minyak dan emas bertahan tinggi di tengah ketidakpastian Timur Tengah. Harga minyak bergerak di sekitar USD81 per barel setelah pasar mengambil sikap wait-and-see terhadap upaya diplomatik pembukaan kembali Selat Hormuz, sementara risiko gangguan pasokan masih membayangi meskipun arus minyak dari Teluk Persia tetap berjalan. Di sisi lain, harga emas turun ke USD4.345/onz, didukung ekspektasi bahwa The Fed tidak terburu-buru menaikkan suku bunga menyusul data inflasi yang lebih terkendali.
Yield UST turun pasca data inflasi dan PPI yang lebih lunak. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,66% setelah data inflasi konsumen dan produsen Juli menunjukkan tekanan harga yang lebih rendah dari kekhawatiran pasar. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa The Fed tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga pada pertemuan September mendatang. Meski demikian, penurunan yield tenor panjang masih relatif terbatas karena pasar tetap mencermati risiko inflasi dari harga energi dan volatilitas pasar global.
Europe
Produksi industri Eurozone stabil, Norges Bank tetap hawkish. Produksi industri Eurozone tercatat tidak berubah pada Juni 2026, lebih baik dari ekspektasi pasar yang memperkirakan kontraksi, didukung oleh pertumbuhan produksi barang konsumsi dan sektor energi. Secara tahunan, produksi industri masih tumbuh tipis 0,1%. Sementara itu, Norges Bank mempertahankan suku bunga di 4,25% karena inflasi masih berada di atas target, sekaligus menegaskan bahwa kenaikan suku bunga tambahan tetap dimungkinkan apabila tekanan harga kembali meningkat.
Yield obligasi Eropa turun meski data ekonomi tetap solid. Yield gilt Inggris tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,97%, sementara Bund Jerman tenor 10 tahun bergerak di kisaran 3,1%, didukung ekspektasi bahwa The Fed tidak terburu-buru menaikkan suku bunga setelah data inflasi AS menunjukkan tekanan harga yang lebih terkendali. Di Eropa, pertumbuhan ekonomi dan aktivitas industri masih relatif resilien, namun pasar tetap memantau risiko inflasi dari harga energi serta perkembangan konflik di Timur Tengah yang dapat memengaruhi arah kebijakan ECB dan BoE ke depan.
Asia
Harga ekspor Korea Selatan melonjak. Indeks harga ekspor Korea Selatan naik 49,1% YoY pada Juli 2026, mencatat kenaikan tertinggi sejak krisis keuangan Asia 1998. Lonjakan terutama didorong oleh kenaikan harga produk teknologi, khususnya komputer, elektronik, dan peralatan optik yang melonjak lebih dari 120%, seiring kuatnya permintaan global terkait AI dan semikonduktor. Selain itu, harga produk energi, logam, dan kimia juga meningkat signifikan.
Yield Jepang naik, yield China tetap rendah. Yield obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik ke sekitar 2,86%, tertinggi dalam lebih dari satu bulan, seiring meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan setelah tekanan inflasi produsen masih bertahan tinggi dan harga energi kembali menguat. Sebaliknya, yield obligasi pemerintah China tenor 10 tahun turun ke sekitar 1,69%, level terendah sejak pertengahan 2025, didorong ekspektasi dukungan kebijakan lanjutan dari PBoC setelah inflasi melandai dan pemerintah kembali menegaskan komitmennya untuk menopang pertumbuhan ekonomi domestik.
Read Other Research
