Latest update: 21-10-2026, 14:37
Americas
Ekonomi AS tetap kuat meski tekanan inflasi mulai mereda. PDB AS pada 2Q26 direvisi naik menjadi 2,2% (annualized) dari estimasi sebelumnya 1,5%, didorong oleh konsumsi, investasi, dan belanja pemerintah yang lebih kuat, terutama pada sektor terkait pembangunan data center dan infrastruktur teknologi. Di sisi lain, inflasi PCE Agustus berada di bawah ekspektasi pasar, dengan inflasi inti naik 0,2% MoM dan inflasi tahunan bertahan di 3,0%, mengindikasikan tekanan harga mulai lebih terkendali.
Harga minyak bertahan tinggi meski pasokan mulai pulih. Brent bertahan di atas USD 97 per barel karena pasar masih mencermati ketidakpastian negosiasi AS-Iran, meskipun ekspor minyak Timur Tengah telah mendekati level sebelum konflik seiring pemulihan kapasitas ekspor Arab Saudi dan meningkatnya arus pengiriman melalui Selat Hormuz. Di sisi lain, harga emas melemah menuju USD 4.150 per ons karena tingginya yield UST masih menekan aset non-yielding, meskipun data inflasi PCE AS yang lebih rendah dari ekspektasi.
Yield UST tetap tinggi meski inflasi AS lebih rendah dari ekspektasi. Yield UST tenor 10 tahun bertahan di sekitar 5,3%, mendekati level tertinggi sejak 2002, karena data pertumbuhan ekonomi dan ketenagakerjaan AS yang masih solid terus mendukung ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. Meski inflasi PCE Agustus lebih rendah dari perkiraan sehingga menurunkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober, pasar masih memperkirakan potensi pengetatan lanjutan pada akhir tahun.
Europe
Inflasi Jerman kembali meningkat, memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. Inflasi Jerman naik menjadi 3,3% YoY pada September 2026, tertinggi sejak akhir 2023 di atas ekspektasi pasar, terutama didorong oleh lonjakan harga energi akibat kenaikan harga minyak dan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Di sisi lain, inflasi inti tetap bertahan di 2,4%, menunjukkan tekanan harga di luar energi belum meningkat signifikan. Sementara itu, sentimen investor Swiss melemah pada September karena kekhawatiran inflasi yang kembali meningkat.
Yield obligasi Eropa mulai stabil meski masih berada di level tinggi. Yield Bund Jerman tenor 10 tahun turun ke sekitar 3,55% dari level tertinggi 17 tahun yang sempat tercapai awal pekan, sementara yield Gilt Inggris bertahan sedikit di bawah 5,4% setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam hampir dua dekade. Pergerakan ini terjadi seiring komentar yang lebih dovish dari sejumlah pejabat ECB dan BoE yang menekankan masih adanya ruang untuk menilai data sebelum melanjutkan pengetatan moneter.
Asia
Sentimen manufaktur Jepang tetap kuat, sementara aktivitas manufaktur Australia kembali kontraksi. Indeks kepercayaan manufaktur besar Jepang (Tankan) naik ke 24 pada 3Q26, level tertinggi sejak 2018, didukung kuatnya permintaan global terutama dari investasi terkait AI serta rencana belanja modal korporasi yang tetap tinggi. Sebaliknya, PMI manufaktur Australia turun ke 49,6 pada September dari 52,0 pada Agustus, menandai kontraksi pertama dalam beberapa bulan terakhir akibat melemahnya pesanan baru, permintaan ekspor, dan aktivitas produksi.
Yield Jepang dan Australia mulai mereda setelah reli tajam sebelumnya. Yield JGB tenor 10 tahun turun ke sekitar 3,08% setelah permintaan yang kuat pada lelang obligasi pemerintah Jepang membantu meredakan tekanan kenaikan yield, meski pasar masih memperkirakan BoJ akan melanjutkan normalisasi kebijakan moneter. Sementara itu, yield obligasi Australia tenor 10 tahun turun di bawah 5,4% setelah data inflasi Agustus lebih rendah dari ekspektasi sehingga mengurangi peluang kenaikan suku bunga RBA dalam waktu dekat. Meski demikian, yield kawasan tetap bertahan di level yang relatif tinggi seiring ekspektasi suku bunga global yang masih higher for longer.
