BCA Sekuritas
langen
Daily News

OJK : BANK DIGITAL PERLU BANGUN EKOSISTEM JADI BISNIS BARU BERKELANJUTAN

Category

Business Economics

Published On

10 September 2026

25226377

IQPlus, (10/9) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memandang bank digital perlu membangun keunggulan ekosistem yang dimilikinya menjadi model bisnis yang tumbuh secara berkelanjutan dan tidak hanya bergantung kepada dukungan afiliasi.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam acara BIG Financial Insights di Jakarta, Rabu, menyampaikan pihaknya telah mencermati bahwa model bisnis bank digital sangat dekat dengan ekosistem digital.

Kolaborasi dengan perusahaan teknologi, e-commerce, e-wallet, dan fintech maupun institusi lainnya dapat memberikan kemudahan distribusi layanan, kemudian memperluas jangkauan pasar, serta mempercepat inovasi.

"Namun, keunggulan ekosistem tersebut perlu dibangun menjadi model bisnis yang mampu tumbuh secara berkelanjutan dan tidak semata-mata bergantung kepada dukungan afiliasi," kata Dian.

Adapun transformasi digital perbankan telah menjadi salah satu agenda strategis OJK melalui pilar kedua dari Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia 2020-2025 (RP2I). Kemudian pada 2021, OJK juga telah menerbitkan Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan sebagai pengejawantahan lebih lanjut dari pilar kedua RP2I.

Sebagai bentuk dukungan lebih lanjut atas Roadmap dan Cetak Biru tersebut, OJK menerbitkan berbagai ketentuan terkait dengan digitalisasi perbankan, salah satunya POJK Nomor 12 Tahun 2021 tentang Bank Umum yang memberikan kerangka bagi penyelenggaraan bank digital dan transformasi model bisnis perbankan berbasis digital.

"Lima tahun setelahnya, fokus kita perlu bergeser dari sekadar akselerasi digitalisasi menuju pembentukan model bisnis digital yang berkelanjutan, inklusif, dan resilien," kata Dian.

Sejak POJK Bank Umum diterbitkan pada tahun 2021 sampai dengan saat ini, telah terdapat beberapa bank digital yang didirikan melalui empat skema, salah satunya skema akuisisi bank kecil oleh bank umum KBMI 4 dan 3 untuk selanjutnya ditransformasi sebagai bank digital.

Skema kedua adalah masuknya investor strategis sebagai pemegang saham pengendali dari suatu bank yang kemudian melakukan transformasi terhadap bank tersebut menjadi bank digital.

Kemudian, skema ketiga adalah akuisisi bank oleh perusahaan teknologi atau fintech yang kemudian melakukan transformasi terhadap bank tersebut menjadi bank digital. Sementara skema yang keempat yaitu rebranding atau transformasi secara mandiri oleh bank menjadi bank digital.

Dian menyampaikan, terdapat tiga kunci arah pengembangan bank digital ke depan yaitu sustainable, inklusif, dan trusted.

Mengenai sustainable, Dian menekankan bahwa inovasi digital di sektor perbankan perlu senantiasa didukung karena teknologi informasi akan semakin mempengaruhi interaksi masyarakat dan bisnis di masa depan.

Dalam hal ini, perbankan harus bisa beradaptasi dengan perubahan interaksi sosial dan bisnis agar tetap relevan dalam memberikan solusi keuangan.

"Bank digital mungkin akan menjadi jembatan yang mengantarkan kita pada bentuk baru industri perbankan di masa yang akan datang," kata dia. (end)