bonds

    Fixed Income Daily Notes 9 February 2026

    Perusahaan

    Fixed Income

    Terbit Pada

    09 February 2026 - 08.18am
    vector
    pdf icon

    PDF

    Fixed Income Daily Notes 9 February 2026

    Lihat

    Terakhir diperbarui: 14-03-2026, 02:09

    Americas

    WTI turun ke bawah USD 63 seiring meredanya tensi AS–Iran. Harga minyak WTI melemah ke bawah USD 63 per barel setelah ketegangan AS–Iran mereda, menyusul pernyataan Presiden Trump bahwa pembicaraan dengan Iran berjalan “sangat baik” dan negosiasi lanjutan direncanakan pekan ini. Meski begitu, Trump tetap memperingatkan konsekuensi berat jika kesepakatan nuklir gagal dicapai. Pasar juga memantau aliran minyak India setelah klaim bahwa New Delhi setuju menghentikan impor minyak Rusia dalam kerangka kesepakatan dagang baru, meski pemerintah India belum mengonfirmasi hal tersebut.

    UST naik tipis, dolar stabil. Yield Treasury AS 10 tahun naik 4 bps ke 4,22% setelah sempat turun tajam sehari sebelumnya, didorong perbaikan selera risiko seiring rebound saham teknologi dan kenaikan indeks sentimen konsumen Michigan ke level tertinggi enam bulan. Kenaikan ini terjadi setelah data tenaga kerja AS yang lemah pada Kamis memicu flight to safety ke obligasi. Di pasar valas, indeks dolar bergerak sedikit di bawah 98, masih dekat level tertinggi dua pekan, ditopang permintaan safe haven di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi AS.

     

    Europe

    Ekspor Jerman melonjak, defisit transaksi berjalan Prancis melebar. Ekspor Jerman naik 4,0% MoM pada Desember 2025 ke EUR 133,3 miliar, jauh di atas perkiraan, didorong peningkatan permintaan dari negara UE maupun non‑UE, termasuk kenaikan signifikan pengiriman ke AS, China, dan Inggris. Sepanjang 2025, total ekspor Jerman tumbuh 1,0% menjadi EUR 1,57 triliun. Sementara itu di Prancis, defisit transaksi berjalan melebar ke EUR 0,6 miliar akibat defisit barang meningkat, meski surplus jasa dan pendapatan primer sedikit membaik dan defisit pendapatan sekunder tetap stabil di EUR 4,6 miliar.

      

    Yield obligasi Eropa turun setelah ECB dan BoE pertahankan suku bunga. 
    Yield Bund Jerman 10 tahun melemah ke sekitar 2,84% setelah ECB menahan suku bunga dan menegaskan inflasi Zona Euro akan menuju target 2% dalam jangka menengah, didukung data inflasi Januari yang turun ke 1,7% dengan inflasi inti mereda ke 2,2%. Di Inggris, yield gilt 10 tahun turun ke 4,51% setelah BoE mempertahankan suku bunga 3,75% namun menyampaikan nada yang lebih dovish dari perkiraan, dengan empat anggota MPC memilih pemotongan 25 bps. Sementara itu, yield BTP Italia turun di bawah 3,5% dan OAT Prancis berada sedikit di bawah 3,45% setelah ECB menahan kebijakan dan inflasi di Italia turun ke 1,0%, memicu ekspektasi bahwa penguatan euro dapat membuka kembali peluang pelonggaran kebijakan di semester berikutnya.

    Asia

    Cadangan devisa China naik, surplus neraca berjalan Jepang menyusut. Cadangan devisa China meningkat USD 41,2 miliar pada Januari 2026 menjadi USD 3,399 triliun, level tertinggi sejak 2015, didukung pelemahan dolar AS dan penambahan cadangan emas untuk bulan ke‑15 berturut‑turut. Nilai cadangan emas China naik menjadi USD 369,58 miliar, sejalan dengan tren peningkatan cadangan sepanjang 2025. Sementara itu, surplus neraca berjalan Jepang turun ke JPY 728,8 miliar pada Desember 2025 dari JPY 1.071,8 miliar setahun sebelumnya, tertekan pelemahan surplus pendapatan primer, pelebaran defisit jasa, dan kenaikan defisit pendapatan sekunder.

    LDP menang besar, BOJ beri sinyal kenaikan suku bunga yang lebih cepat.
    Koalisi LDP di bawah PM Sanae Takaichi meraih 352 dari 465 kursi, mengamankan supermayoritas dan memperkuat ekspektasi kebijakan fiskal yang lebih longgar. Namun kemenangan ini justru memicu kekhawatiran pasar karena risiko peningkatan beban utang. Dari sisi moneter, anggota dewan BOJ Kazuyuki Masu menilai kenaikan suku bunga tambahan diperlukan untuk mengurangi pelemahan yen dan menyelaraskan kebijakan dengan negara besar lain. Masu menekankan langkah pengetatan harus hati‑hati dan tepat waktu agar inflasi inti tetap di bawah 2% tanpa menghambat kenaikan upah secara bertahap.