BCA Sekuritas

bonds

Fixed Income Daily Notes 6 Jul 2026

Company

Fixed Income

Published On

06 July 2026 - 08.06am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 6 Jul 2026

View

Latest update: 28-08-2026, 20:13

Americas

Harga minyak bertahan di kisaran USD68, sementara emas menguat ke level tertinggi dalam hampir dua pekan. Crude oil bergerak di sekitar USD68 per barel, mendekati level terendah sejak akhir Februari, seiring normalisasi arus energi di Selat Hormuz dan ekspektasi peningkatan produksi OPEC+ yang memicu kekhawatiran surplus pasokan. Di sisi lain, harga emas naik ke USD4.170 per ons setelah data tenaga kerja AS yang lebih lemah menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, didukung pelemahan dolar AS serta berlanjutnya pembelian emas oleh bank sentral global.

                                                   

Yield UST turun ke 4,46% setelah data tenaga kerja AS melemah. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun ke 4,46% setelah pertumbuhan payrolls Juni yang lebih rendah dari ekspektasi serta revisi turun data bulan sebelumnya mendorong pasar mengurangi peluang kenaikan suku bunga The Fed tahun ini. Pelaku pasar kini menilai probabilitas kenaikan suku bunga pada September sekitar 50%, sementara Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa ekspektasi inflasi mulai mereda meski komitmen menjaga stabilitas harga tetap dipertahankan.

 

Europe

Aktivitas bisnis Zona Euro stabil pada Juni didorong pemulihan manufaktur. PMI Komposit Zona Euro direvisi naik ke 50,0 pada Juni 2026 dari 48,5 pada Mei, menandakan aktivitas sektor swasta kembali stabil setelah dua bulan mengalami kontraksi. Perbaikan ditopang oleh ekspansi manufaktur yang mengimbangi pelemahan sektor jasa, sementara tekanan biaya dan harga mulai mereda serta optimisme bisnis meningkat ke level tertinggi sejak pecahnya konflik di Timur Tengah.

Yield gilt Inggris dan Bund Jerman menguat meski ekspektasi kenaikan suku bunga mulai mereda. Imbal hasil obligasi Inggris tenor 10 tahun bertahan di kisaran 4,8%, sementara Bund Jerman naik ke sekitar 2,93%, seiring pasar menyesuaikan posisi setelah penurunan yield pasca kesepakatan AS–Iran. Meski data tenaga kerja AS yang lebih lemah dan inflasi Eropa yang melandai mengurangi ekspektasi pengetatan moneter lebih agresif, investor masih mencermati arah kebijakan bank sentral dan perkembangan ekonomi global.

Asia

Aktivitas bisnis China tetap kuat, sementara sektor jasa Australia kembali ekspansi. PMI Komposit China turun tipis ke 53,6 pada Juni 2026 dari 54,0 pada Mei, namun tetap berada di salah satu level tertinggi dalam tiga tahun terakhir, didukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, peningkatan lapangan kerja, dan permintaan yang tetap solid. Di Australia, PMI jasa naik ke 50,5 dan kembali masuk zona ekspansi, meski pelemahan pesanan baru serta turunnya kepercayaan bisnis menunjukkan pelaku usaha masih berhati-hati terhadap prospek ekonomi ke depan.

Yen Jepang menguat dari level terendah 40 tahun di tengah spekulasi intervensi. Yen menguat ke bawah level 161 per USD setelah otoritas Jepang kembali menegaskan kesiapan untuk melakukan intervensi guna menstabilkan mata uang, mendorong pelaku pasar mengurangi posisi spekulatif terhadap yen. Penguatan ini juga didukung pelemahan dolar AS menyusul data tenaga kerja AS yang lebih lemah, meski tekanan terhadap yen masih berpotensi bertahan karena perbedaan suku bunga Jepang dan AS yang tetap lebar.

Yield obligasi Jepang naik ke level tertinggi sejak 1996, sementara China dan Australia bergerak mixed. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun mendekati 2,8%, tertinggi sejak 1996, seiring kekhawatiran pasar terhadap potensi peningkatan belanja fiskal dan kebutuhan penerbitan utang yang lebih besar dalam jangka panjang. Di China, yield 10 tahun naik ke sekitar 1,74% setelah bank sentral mengurangi pembelian obligasi dan mengisyaratkan sikap yang lebih hati-hati, sedangkan di Australia yield turun ke kisaran 4,8% meski risalah RBA masih menunjukkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang berlanjut.