Terakhir diperbarui: 07-03-2026, 12:18
Americas
Lowongan kerja AS turun ke level terendah sejak 2020. Lowongan kerja di AS turun 386 ribu menjadi 6,54 juta pada Desember, jauh di bawah ekspektasi 7,2 juta dan menjadi posisi terendah sejak September 2020. Penurunan terutama terjadi di sektor jasa profesional, ritel, serta keuangan dan asuransi, sementara seluruh wilayah utama AS juga mencatat penyusutan.
Aset kripto dan logam mulia anjlok akibat deleveraging dan penguatan dolar. Bitcoin jatuh menuju USD 62.000, level terendah sejak Oktober 2024, seiring pembersihan posisi leverage dan aksi jual luas yang menyapu aset berisiko, sementara perak merosot hampir 10% ke bawah USD 64 akibat pembalikan sentimen pasca nominasi Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed. Emas juga melemah di bawah USD 4.820 karena data tenaga kerja AS yang lemah memicu pengurangan risiko, sehingga tekanan jual dari likuidasi posisi setelah reli besar pekan lalu turut menyeret harga emas.
UST turun ke 4,2% setelah data tenaga kerja AS melemah, dolar bergerak datar. Yield Treasury AS 10 tahun turun ke sekitar 4,2% setelah data tenaga kerja menunjukkan pelemahan signifikan, termasuk lowongan kerja JOLTS yang jatuh ke level terendah lima tahun, PHK Januari tertinggi sejak 2009, klaim pengangguran naik ke 231 ribu, dan pertumbuhan pekerjaan versi ADP yang jauh di bawah ekspektasi. Rangkaian data ini memperkuat ekspektasi dua kali pemangkasan suku bunga The Fed pada Juni dan September. Di pasar valas, indeks dolar bergerak di sekitar 97,9 karena kekhawatiran atas kesehatan ekonomi AS, menguat terhadap pound setelah nada BoE yang lebih dovish.
Europe
ECB dan BoE pertahankan suku bunga sambil beri sinyal pelonggaran bertahap. ECB mempertahankan suku bunga acuannya, dengan refinancing rate di 2,15%, deposit facility di 2,0% dan lending facility di 2,4%, sambil menegaskan bahwa inflasi diperkirakan stabil menuju target 2% dalam jangka menengah meski prospek ekonomi masih dibayangi risiko perdagangan global dan tensi geopolitik. Presiden Lagarde menyebut inflasi dan kebijakan berada di “posisi yang baik”, namun mengingatkan volatilitas data dan tingginya ketidakpastian. Sementara itu, Bank of England juga menahan suku bunga di 3,75% lewat pemungutan suara yang ketat 5–4, dengan empat anggota mendukung pemotongan 25 bps.
Yield obligasi Eropa turun setelah ECB tahan suku bunga dan inflasi melemah. Yield BTP Italia 10 tahun stabil dekat 3,5% setelah ECB mempertahankan suku bunga dan menegaskan inflasi akan menuju target 2%, diperkuat data inflasi Zona Euro yang melemah ke 1,7% dan inflasi inti turun ke 2,2%. Yield OAT Prancis 10 tahun bergerak di sekitar 3,45% seiring sikap ECB yang tetap berhati‑hati serta disetujuinya anggaran Prancis 2026 yang merevisi target defisit mendekati 5% PDB. Sementara itu, Bund Jerman 10 tahun turun ke sekitar 2,85% setelah ECB menahan suku bunga pertemuan pertama tahun ini dan mengingatkan bahwa prospek masih dibayangi risiko perdagangan global dan tensi geopolitik.
Asia
Belanja rumah tangga Jepang melemah, RBA tight untuk tekan inflasi.
Belanja rumah tangga Jepang turun 2,6% YoY pada Desember, menunjukkan permintaan yang masih rapuh di tengah tekanan biaya hidup, dengan kontraksi bulanan 2,9% setelah lonjakan pada November. Sementara itu, RBA menekankan perlunya menahan pertumbuhan permintaan setelah menaikkan suku bunga 25 bps ke 3,85%, menyusul inflasi yang bertahan di atas target 2–3%.
Yield Jepang turun menjelang pemilu. Yield JGB 10 tahun melemah ke sekitar 2,23% menjelang pemilu akhir pekan ini, dengan minat lelang yang melemah dan kekhawatiran pasar terhadap rencana belanja ekspansif Jepang yang meningkatkan risiko fiskal. Yen tetap tertekan karena prospek kebijakan yang bergantung pada hasil pemilu dan potensi stimulus tambahan. Sementara itu, yield Australia 10 tahun bertahan di sekitar 4,84% setelah RBA menaikkan suku bunga dan memberi sinyal kenaikan lanjutan di tengah inflasi yang masih tinggi.
