Terakhir diperbarui: 07-03-2026, 10:56
Americas
Sentimen ekonomi AS membaik di awal 2026. Indeks Economic Optimism AS versi RealClearMarkets/TIPP naik ke 48,8 pada Februari (tertinggi sejak Agustus dan di atas ekspektasi) ditopang perbaikan outlook enam bulan, yang naik ke 43,8, serta penguatan persepsi kondisi keuangan pribadi ke 56,9. Keyakinan terhadap kebijakan ekonomi federal juga meningkat menjadi 45,7 dari 43,5, menandakan membaiknya pandangan publik terhadap prospek ekonomi kebijakan pemerintah.
Emas dan perak bangkit tajam setelah koreksi ekstrem. Harga emas melonjak lebih dari 5% ke sekitar USD 4.920 dan perak naik lebih dari 10% ke sekitar USD 87,5, hal tersebut disebabkan ketidakpastian geopolitik seperti rencana pembicaraan AS–Iran dan aksi buy on the dip dari para pelaku pasar.
UST naik mendekati 4,3% setelah data manufaktur kuat. Yield Treasury AS 10 tahun naik ke atas 4,29% setelah pasar merespons lonjakan ISM manufaktur serta menilai ulang arah kebijakan di bawah Kevin Warsh yang dikenal hawkish, sementara pergerakan di pasar komoditas memicu rotasi dari aset aman. Indeks dolar stabil di sekitar 97,6 meski reli dua hari sebelumnya mereda, dan pasar tetap memperkirakan dua pemangkasan suku bunga tahun ini. Kombinasi data ekonomi yang lebih solid dan ketidakpastian politik akibat government shutdown turut membuat volatilitas obligasi tetap tinggi.
Europe
Inflasi Prancis mereda sementara defisit anggaran 2025 ikut menyempit. Inflasi Prancis melambat tajam ke 0,3% YoY pada Januari 2026 (terendah sejak 2020) turun dari 0,8% di Desember dan di bawah ekspektasi, dipengaruhi penurunan harga barang manufaktur selama masa winter sales, perlambatan inflasi jasa, serta penurunan harga energi yang semakin dalam. Secara bulanan, CPI turun 0,3%, sementara HICP naik 0,4% YoY. Di sisi fiskal, defisit anggaran pemerintah Prancis menyempit menjadi EUR 124,7 miliar pada 2025 dari EUR 156,3 miliar setahun sebelumnya, didukung kenaikan penerimaan 8,6% dan belanja yang turun tipis 0,2% meski biaya bunga dan pengeluaran energi serta militer meningkat.
Yield Bund dan OAT turun ringan jelang keputusan ECB. Yield Bund Jerman 10 tahun naik tipis ke sekitar 2,88% mendekati puncak Maret 2025, dipicu kekhawatiran pasar terhadap nominasi Kevin Warsh yang dinilai lebih hawkish sebagai Ketua The Fed serta fokus pada rapat ECB yang akan menilai dampak deflasi dari penguatan euro. Sementara itu, yield OAT Prancis 10 tahun bertahan di sekitar 3,45% setelah inflasi Prancis hanya naik 0,4% YoY (terlemah sejak 2020) sehingga menguatkan ekspektasi bahwa ECB akan menahan suku bunga. Penguatan euro ke atas USD 1,20 dan defisit anggaran Prancis 2026 yang melebar menuju 5% PDB juga ikut membentuk sentimen, namun pasar tetap memperkirakan tidak ada perubahan kebijakan pada pertemuan ECB minggu ini.
Asia
RBA naikkan suku bunga 25 bps karena tekanan inflasi kembali menguat.
Reserve Bank of Australia menaikkan cash rate 25 bps ke 3,85% pada pertemuan perdana 2026, kenaikan pertama sejak November 2023, di tengah tekanan biaya jasa dan pasar tenaga kerja yang ketat yang muncul kembali pada paruh kedua 2025. RBA menilai inflasi akan bertahan di atas target 2–3% untuk sementara waktu, sejalan dengan momentum ekonomi yang kuat, dan menegaskan langkah kebijakan selanjutnya akan bergantung pada data, termasuk keseimbangan antara meredam inflasi dan menjaga pertumbuhan.
Yield Jepang–Australia naik karena tekanan fiskal dan pengetatan kebijakan.
Yield JGB 10 tahun bertahan di sekitar 2,25% setelah lelang tenor 10 tahun mencatat permintaan lebih lemah di tengah kehati‑hatian jelang pemilu kilat dan kekhawatiran fiskal dari rencana stimulus. BOJ juga memberi sinyal risiko inflasi dari pelemahan yen yang bisa membuka peluang kenaikan suku bunga lebih cepat. Sementara itu, yield Australia 10 tahun melonjak ke 4,86% setelah RBA menaikkan suku bunga 25 bps ke 3,85%, dengan bank sentral menegaskan tekanan inflasi masih kuat dan membuka peluang kenaikan lanjutan.
